Trofi Liga Champions (Instagram @championsleague)
JawaPos.com - Format baru Liga Champions berjalan satu musim, tapi menuai kritik dari beberapa klub besar. Misalnya, Arsenal merasa dirugikan karena tidak mendapatkan keuntungan kandang di leg kedua perempat final, meski finis di peringkat teratas.
Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti juga mengkritik UEFA karena terlalu serakah dengan menambah jumlah kontestan dan membuat tim-tim terbaik harus menghadapi jadwal pertandingan lebih padat.
Meski ada keluhan, UEFA tetap mempertahankan format liga tunggal dengan 36 tim, di mana setiap tim memainkan delapan pertandingan (empat kandang dan empat tandang).
Seperti contoh saat Chelsea kembali ke Liga Champions setelah absen dan akan menghadapi lawan-lawan berat. Mereka memiliki skuad termuda di Liga Inggris dengan rata-rata usia 24 tahun 36 hari.
"Mereka bilang kami tidak bisa lolos ke Liga Champions karena terlalu muda dan tidak berpengalaman, tapi mereka semua salah. Dari awal saya tidak pernah ragu dengan para pemain" ujar Enzo Maresca.
Berbeda dengan Chelsea, Bayern Munchen mendapatkan lawan ringan di fase awal, hanya menghadapi tim unggulan seperti PSG dan Arsenal. Bayern membalas dendam setelah musim lalu langkah mereka terhenti di perempat final oleh Inter Milan.
Sebaliknya, Barcelona berambisi meraih gelar juara Liga Champions musim ini. Tetapi, mereka akan menghadapi tantangan berat, termasuk melawan juara bertahan Paris Saint-Germain.
Berbanding dengan Liverpool, langsung ditantang dengan pertandingan berat, seperti melawan Real Madrid di laga perdana. Mereka memiliki misi memperbaiki rekor buruk melawan Real Madrid, dari 12 pertemuan, Liverpool hanya menang empat kali.
Real Madrid juga menghadapi jadwal paling berat dengan lebih dari tiga tim besar di babak awal. Mereka akan bertemu Manchester City dan menjadi pertemuan ke-15 serta juga menghadapi Juventus.
Real Madrid memiliki rekor kandang kurang baik melawan Juventus, hanya mengantongi satu kemenangan dari empat pertemuan di Santiago Bernabéu sejak 2008.
Bahkan, Arsenal menghadapi cobaan berat melawan Bayern, tim yang sering menjadi "pelampiasan" mereka. Arsenal hanya menang 3 dari 14 pertemuan melawan Bayern.
"Tidak diragukan lagi bahwa Arsenal adalah salah satu tim terbaik di Eropa saat ini, tetapi kami masih perlu memastikan mendapatkan gelar yang bergengsi" ujar Arteta.
Terakhir juara musim lalu, PSG akan mempertahankan gelar UCL dan akan dihadang oleh tim-tim besar. Luis Enrique berupaya membenahi taktik agar tim lebih stabil saat menyerang dan bertahan.
Mereka juga akan menghadapi Tottenham Hotspur yang tampil gemilang dan mengusung misi balas dendam.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
