
Portugal baru saja menorehkan sejarah manis dengan mengangkat trofi ketiga mereka setelah mengalahkan Spanyol di final UEFA Nations League 2024–25. (IG @portugal)
JawaPos.com - Portugal baru saja menorehkan sejarah manis dengan mengangkat trofi ketiga mereka setelah mengalahkan Spanyol di final UEFA Nations League 2024–25.
Bertempat di Allianz Arena, laga ini awalnya terasa berat sebelah. Spanyol datang sebagai favorit kuat, dengan lini tengah mereka yang solid dan pengalaman juara di edisi sebelumnya.
La Roja sempat unggul lebih dulu lewat penyelesaian jarak dekat Martín Zubimendi. Tapi Portugal tidak tinggal diam.
Hanya berselang beberapa menit, Nuno Mendes membalas lewat tendangan keras yang menjadi gol internasional pertamanya dan momen itu datang tepat saat Portugal sangat membutuhkannya.
Spanyol kembali memimpin sebelum turun minum, lewat transisi cepat yang dimotori oleh Pedri dan dituntaskan oleh Mikel Oyarzabal.
Tapi siapa lagi kalau bukan Cristiano Ronaldo yang membawa Portugal bangkit. Tendangan voli dari jarak dekat pada menit ke-61 menyamakan kedudukan, membuat stadion bergemuruh.
Skor 2-2 bertahan hingga akhir waktu normal dan perpanjangan waktu. Adu penalti jadi penentu.
Portugal tampil dingin. Empat penendang pertama sukses, sementara Álvaro Morata gagal setelah tembakannya ditepis Diogo Costa.
Lalu Rúben Neves maju sebagai penentu. Dengan satu sentuhan dingin, ia mengantar Portugal merebut gelar UEFA Nations League kedua mereka.
Berikut tiga hal yang paling menonjol dari pertandingan penuh drama ini, seperti dilansir dari Sports Illustrated.
1. Ronaldo Ungguli Lamine Yamal
Pertarungan generasi mewarnai laga ini—Cristiano Ronaldo vs Lamine Yamal. Banyak yang menanti aksi remaja ajaib Spanyol itu, tetapi justru sang legenda Portugal yang kembali mencuri panggung. Di usia 40 tahun, Ronaldo masih menjadi penentu.
Dia terlibat dalam proses gol pertama, lalu mencetak gol penyeimbang yang sangat krusial. Angka di statistiknya pun terus membengkak: 938 gol sepanjang karier. Kamu bisa meragukan banyak hal, tapi jangan pernah ragukan Ronaldo di laga besar.
Yamal sendiri sempat menunjukkan kilasan kecemerlangan saat menguasai bola, tapi hampir setiap usahanya dihentikan oleh Nuno Mendes.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
