Kiper Inter Milan, Yann Sommer (Dok. Inter)
Jawapos.com - Yann Sommer keluar sebagai Man of the Match ketika Inter Milan mengandaskan Barcelona 4-3 dalam laga semifinal leg kedua Liga Champions (UCL), Rabu (7/5) kemarin. Kiper asal Swiss itu melakukan sejumlah penyelamatan penting dan membantu Nerazzurri melangkah ke partai puncak UCL.
Inter Milan memastikan diri lolos ke babak final usai menundukkan Barcelona dengan agregat 7-6. Hujan 13 gol dari 12 pemain yang berbeda mewarnai dua laga yang dramatis ini.
Meski kebobolan enam gol, penampilan penjaga gawang Inter Milan Yann Sommer tetap mencuri perhatian. Total ia membukukan 14 penyelamatan dari dua laga di semifinal.
Dirinya menyebut tidak akan pernah bisa melupakan malam yang terjadi di Stadion Giuseppe Meazza itu. Terutama tepisannya pada tendangan melengkung wonderkid Blaugrana Lamine Yamal.
Penyelamatan tersebut pula yang akhirnya mengunci kemenangan Inter atas wakil Spanyol itu.
"Saya sangat senang, kami memainkan pertandingan yang luar biasa," ucapnya seusai laga kepada Sky Sport.
"Penyelamatan mana yang akan saya ingat? yang terakhir pada (tendangan) Lamine Yamal. Dia adalah pemain yang fantastis. Saya sangat senang tidak membiarkannya masuk," imbuhnya.
Meski sudah tidak dalam usia emas seorang pesepakbola, kiper 36 tahun itu masih dapat menunjukkan kualitasnya di UCL musim ini. Pemain kelahiran Morgess, Swiss itu hanya absen satu kali ketika anak asuh Simone Inzaghi melawat ke kandang Feyenoord di leg pertama 16 besar.
Dengan total 13 laga yang dimainkan sejauh ini, Sommer telah melakukan 51 kali penyelamatan, hanya tertinggal satu angka dari kiper Real Madrid Thibaut Courtois.
Pemilik 94 caps bersama Timnas Swiss itu juga telah tujuh kali menjaga gawangnya dari kebobolan. Hal ini membuatnya menjadi pemilik cleansheets terbanyak di UCL 2025.
Yann Sommer diyakini akan kembali dipercaya juru taktik Inter, Simone Inzaghi, untuk mengawal gawang La Beneamata di babak pamungkas mendatang. Kesempatan tersebut akan menjadi kali pertamanya berlaga di partai puncak UCL sepanjang kariernya.
Capaian tertingginya sebelum ini adalah ketika ia masih berseragam Bayern Munchen pada musim 2023. Kala itu, Die Roten terhenti di perempat final lantaran kalah agregat 4-1 dari raksasa Inggris, Manchester City.
Di laga final nanti, Inter Milan akan menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) di Allianz Arena, Jerman, Minggu (1/6) mendatang.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
