
Laga Bayern Munchen vs PSG pada leg kedua Liga Champions. PSG melaju ke final dan menantang Arsenal. (Dok. FC Bayern)
JawaPos.com – Paris Saint-Germain (PSG) jadi lawan Arsenal dalam final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, 30 Mei mendatang. PSG yang berstatus juara bertahan menghadapi klub yang masih 100 persen unbeaten (tidak terkalahkan) selama Liga Champions musim ini.
Dibandingkan Arsenal yang menorehkan 11 kali kemenangan dan 3 kali seri, PSG punya statistik 10 kali menang, 4 kali seri, dan 2 kali kalah. Les Parisiens –julukan PSG– juga harus melakoni playoff untuk lolos ke fase knockout. Meski begitu, entraineur PSG Luis Enrique menilai timnya melalui jalan yang lebih terjal ketimbang The Gunners – sebutan Arsenal.
PSG menghadapi Chelsea (babak 16 besar), Liverpool FC (perempat final), dan Bayern Munchen selama fase gugur. Les Parisiens juga menantang Bayern, FC Barcelona di fase league dengan Sporting CP sebagai satu-satunya lawan di luar lima liga elite.
Bandingkan dengan Arsenal yang menghadapi Bayer Leverkusen (16 besar), Sporting CP (perempat final), dan Atletico Madrid (semifinal). Lawan-lawan skuad Mikel Arteta di fase league juga banyak dari luar lima liga elite seperti Olympiakos, Slavia Praha, Club Brugge, dan FC Kairat.
’’Kalian ingat apa yang pernah aku katakan setelah fase league? Aku mengatakan bahwa kami musim ini memiliki tim yang lebih kuat. Kalian mengkritik kami dan kini kami berhasil mencapai final,’’ tutur Lucho –sapaan akrab Luis Enrique.
Faktanya, dengan sama-sama mencatat 62,5 persen saat menginjak di final Liga Champions musim lalu, PSG musim ini baru dua kali kalah. Musim lalu, PSG kalah lima kali sebelum ke final.
PSG juga bermain lebih agresif musim ini dengan 44 gol. Sebelum laga final musim lalu, Les Parisiens hanya mencetak 37 gol. Bahkan PSG bisa memainkan permainan bertahan sama bagusnya dengan permainan menyerang dalam second leg semifinal di kandang Bayern, Allianz Arena, kemarin.
’’Kami tidak terbiasa bermain bertahan selama itu. Kami menunjukkan tim seperti apa kami sebenarnya. Ini musim yang luar biasa,’’ tutur gelandang PSG Joao Neves seperti dilansir dari L’Equipe.
Baca Juga:Kickoff Final Liga Champions 2026 Dimajukan Tiga Jam, Laga Arsenal vs PSG Ingin Lebih Ramah Anak
Baru kali ini Budapest ditunjuk jadi tuan rumah final Liga Champions. Namun demikian, PSG tidak asing dengan ibu kota Hungaria tersebut. PSG pernah dua kali memenangi laga ajang Eropa di Budapest. Yaitu mengalahkan Vac FC 2-1 dalam fase kualifikasi Liga Champions 1994–1995. Delapan tahun kemudian, PSG mengalahkan Ujpest FC di first leg 64 besar Piala UEFA.
”Kami telah melewati laga di kandang Bayern, laga yang menurutku paling sulit musim ini. Artinya, kami bisa melewati laga di mana pun,” tutur Khvicha Kvaratskhelia, wide attacker PSG asal Georgia, kepada Canal+.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
