Protes keras Antonio Rudiger pada laga final Copa del Rey. (Instagram/@433)
JawaPos.com - Petinggi Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) telah memberi peringatan kepada Antonio Rudiger bahwa perilakunya dalam kekalahan Real Madrid di final Copa del Rey dari Barcelona 'tidak dapat diterima'.
Di tengah serangan baru terhadap perangkat wasit pertandingan dari Madrid sebelum pertandingan final tersebut, Rudiger mendapati dirinya dalam masalah setelah menunjukkan kemarahan yang meluap-luap terhadap wasit Ricardo de Burgos Bengoetxea.
Pada waktu tambahan perpanjangan waktu, Rudiger tidak terkesan dengan keputusan wasit di lapangan. Pemain Timnas Jerman itu melompat dari bangku cadangan dan tampak melemparkan sebuah benda ke arah wasit.
Benda yang dilempar tersebut kemungkinan sebuah bungkusan es yang diikatkan ke lututnya dan ia harus ditahan secara fisik karena kemarahannya yang semakin meluap-luap setelah dihukum kartu merah.
Peraturan La Liga menyatakan Rudiger bisa menghadapi larangan bermain 4 hingga 12 pertandingan dan DFB juga telah mengingatkan bek tengah Madrid itu tentang tanggung jawabnya sebagai perwakilan tim nasional Jerman yang berlaga di sepak bola Spanyol.
"Toni (Rudiger) adalah pemain kelas satu, tetapi sebagai pemain nasional, ia juga harus menunjukkan kelas dalam perilakunya," kata direktur olahraga Rudi Voller.
"Ia memang menuntut rasa hormat untuk dirinya sendiri, dan ia juga harus menunjukkan rasa hormat ini kepada orang lain (wasit) tanpa kecuali."
"(Rudiger) adalah pesepak bola yang luar biasa dan orang yang sangat emosional, seorang pejuang di lapangan. Tetapi, dalam kasus ini, ia dan beberapa rekan setimnya membiarkan diri mereka terlalu terperangkap dalam suasana yang sangat panas sebelum pertandingan."
“Entah mengapa sering terjadi di sekitar klub (Madrid). Itu tidak dapat diterima, terutama sebagai pemain internasional Jerman."
“Toni menghubungi Julian (Nagelsmann, pelatih timnas) dan saya kemarin, dan kami berbicara panjang lebar tentang situasi tersebut. Ia juga berbicara secara internal dengan (presiden) Bernd Neuendorf dan (direktur pelaksana) Andreas Rettig."
Rudiger yang memiliki jabatan sebagai wakil kapten timnas Jerman telah meminta maaf di media sosial dan diperkirakan tidak akan menghadapi hukuman lebih lanjut dari DFB. Namun, otoritas Spanyol terus menyusun sanksi untuknya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
