Pelatih Juventus, Thiago Motta. (X/@SerieA)
JawaPos.com - Empoli menyingkirkan Juventus dari Coppa Italia 2024/25 dengan kemenangan dramatis 4-2 melalui adu penalti setelah bermain imbang di waktu normal, hasil itu membuat pelatih Thiago Motta merasa malu atas tersingkirnya Bianconeri secara mengejutkan.
Juventus dipastikan gagal mempertahankan gelar Coppa Italia usai dikalahkan Empoli lewat babak penalti usai bermain sama kuat 1-1 di Allianz Stadium, Kamis (27/2) dini hari WIB.
Youssef Maleh membawa tim tamu unggul satu gol di menit ke-24 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Sang pemain berhasil memanfaatkan kesalahan Juventus yang kehilangan penguasaan bola di daerah pertahanan mereka sendiri.
Empoli memiliki peluang untuk memperbesar keunggulan mereka setelah unggul satu gol, namun baik Junior Sambia maupun Maleh sendiri tidak mampu memberikan kontribusi yang berarti setelah mengukir beberapa peluang.
Khephren Thuram kemudian membuat mereka menyesali peluang yang mereka lewatkan saat ia membawa Bianconeri menyamakan kedudukan di menit ke-66.
Randal Kolo Muani menemukan Thuram yang membelakangi gawang dengan umpan dari sisi kiri, dan sang pemain kemudian melepaskan sontekan yang memukau untuk melewati pemain lawan sebelum mencetak gol dari sudut sempit.
Kemudian pada babak adu penalti, penandang pertama Juventus yaitu Dusan Vlahovic gagal mengeksekusi penalti setelah sepakannya melambung di atas mistar gawang.
Penjaga gawang Empoli, Devis Vasquez, kemudian menggagalkan tendangan Kenan Yildiz dan tendangan pamungkas dari Luca Marianucci sanggup memberi kemenangan untuk tim tamu.
Seusai pertandingan, Thiago Motta tak kuasa mengkritik performa timnya dan mendesak para pemainnya untuk bertanggung jawab. Dia juga merasa malu dengan para penggemar atas penampilan timnya di laga ini.
"Memalukan. Saya merasa malu atas apa yang kami lihat di babak pertama dan saya harap para pemain saya juga merasakan hal yang sama,” ujar Motta seperti dilansir dari laman Football Italia.
"Sikap itu memalukan. Mungkin saya salah karena saya tidak membuat para pemain memahami pentingnya pertandingan ini dan pentingnya mengenakan seragam Juventus. Kami melakukan kesalahan dan itulah mengapa kami tidak berada di semifinal."
Ini merupakan dua pekan yang penuh bencana bagi Juventus, yang sebelumnya tersingkir dari Liga Champions melalui perpanjangan waktu dari PSV Eindhoven, kemudian gagal dalam upaya mereka mempertahankan Coppa Italia.
"Saya harap kritik itu sangat kuat. Saya pikir para pendukung kami sebenarnya cukup baik kepada kami, mengingat penampilan di babak pertama. Saya mengharapkan reaksi langsung dari para pemain, karena saya merasa malu dengan apa yang saya lihat dari tim saya hari ini," ujar Motta.
"Kami berasumsi hari ini bahwa kami akan lolos dan nyatanya kami tidak memberikan apa-apa di atas lapangan. Kami melakukan satu kesalahan yang sama sekali tidak boleh Anda lakukan di klub ini, yaitu sikap.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
