Wesley Sneijder saat berseragam Inter Milan. (Istimewa)
JawaPos.com - Wesley Sneijder adalah salah satu transfer terbaik yang dilakukan Inter Milan dalam dua dekade terakhir. Ternyata alasan sebenarnya pihak klub menggaetnya baru diungkapkan Massimo Moratti.
Pemain asal Belanda tiba di Inter Milan 2009 silam. Ia diresmikan satu hari jelang jendela transfer ditutup.
Lucunya, Massimo Moratti yang kala itu menjabat sebagai presiden klub tidak punya rencana memboyong Wesley Sneijder. Dia berpikir skuad sudah lengkap.
Akan tetapi, dalam sebuah kesempatan ia bertemu seorang bartender yang juga Interisti. Pria tak dikenal itu mengungkapkan ada satu pemain yang kurang di posisi gelandang.
Nama Sneijder disebut. Menganggap omongan bartender itu masuk akal, sang presiden langsung menghubungi Direktur Olahraga, Marco Branca, dan pelatih Jose Mourinho sebelum mengambil keputusan.
“Saya berada di Forte dei Marmi, seorang bartender menghentikan saya dan bilang ‘Presiden, kita kekurangan satu pemain yang akan menjadi penentu di lini tengah, Sneijder’,” kenang Massimo Moratti kepada Corriere della Sera.
“Dia berbicara dengan sangat meyakinkan sehingga agar tidak terjadi kesalahan saya menelepon Branca, memintanya untuk menanyakan hal ini kepada Mourinho,” lanjutnya.
“Branca menelepon balik dan mengatakan bahwa Mou berkata ‘itu yang saya harapkan’,” sambung taipan mintak Italia.
Pada akhirnya gelandang Belanda datang tanpa negosiasi panjang dengan Real Madrid. Ia memang kesulitan bersaing di klub Spanyol tersebut sehingga bukan perkara sulit untuk La Beneamata meminangnya dengan mahar EUR 15 juta.
Musim pertama Wesley Sneijder langsung berbuah manis. Tiga gelar sekaligus dipersembahkan untuk Inter Milan. Yaitu Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.
Atas kesuksesan inilah Massimo Moratti ingin mengucapkan terima kasih kepada bartender tersebut. Sayang, sejak saat itu ia tidak pernah bertemu lagi dengannya.
“Kami memulai negosiasi yang berjalan sangat lancar karena Wesley tidak mendapat waktu bermain di Real Madrid,” ia menjelaskan.
“Saya tidak pernah bertemu bartender itu lagi. Tapi saya sangat ingin mengucapkan terima kasih kepadanya,” tutup pria yang memimpin I Nerazzurri dari 1995 sampai 2014.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
