Diogo Dalot saat duel dengan pemain Leicester City. (Dok. Manchester United)
JawaPos.com - Harry Maguire menjadi pahlawan Manchester United dalam kemenangan di babak keempat Piala FA atas Leicester City dengan sebuah gol yang mengandung kontroversial.
Manchester United menang atas Leicester dengan skor tipis 2-1 dalam ronde keempat Piala FA 2024/25, di Old Trafford, Sabtu (8/2) dini hari WIB.
Tertinggal di babak pertama setelah penampilan buruk di babak pertama, Setan Merah menunjukkan penampilan yang lebih baik di babak kedua dengan Alejandro Garnacho yang masuk dari bangku cadangan untuk mengubah permainan.
Joshua Zirkzee menyamakan kedudukan untuk tuan rumah setelah 68 menit dengan pertandingan mengarah ke perpanjangan waktu.
Kemudian Maguire menyambut tendangan bebas Bruno Fernandes untuk menyelamatkan timnya dengan sebuah sundulan yang bagus dua menit sebelum perpanjangan waktu, namun sang pemain asal Inggris terlihat berada dalam posisi offside saat menyambut bola.
Akan tetapi, hakim garis tidak mengangkat benderanya dan tanpa adanya asisten wasit video [VAR], gol tersebut tetap sah. Kompetisi piala tertua di dunia ini belum berpaling dari teknologi, namun tidak akan digunakan pada babak keempat. Inilah alasannya.
Mengapa tidak ada VAR di babak keempat Piala FA?
Sebelum musim 2024/25, Piala FA menggunakan VAR dalam pertandingan yang diadakan di kandang tim-tim Premier League, serta semifinal dan final di Stadion Wembley.
Klub-klub di luar kasta teratas, tidak menggunakan teknologi tersebut dalam pertandingan kandang. Namun, untuk memastikan keadilan dan konsistensi di seluruh kompetisi, VAR kini telah dihapuskan untuk putaran keempat dan sebelumnya.
Bahkan stadion-stadion Premier League tidak menggunakan sistem perwasitan pada putaran ketiga kompetisi tahun ini.
Sebuah pernyataan dari FA pada bulan Desember mengatakan: "VAR sebelumnya hanya digunakan di Piala FA untuk pertandingan di Stadion Wembley dan di pertandingan Liga Inggris karena infrastruktur, tenaga kerja dan biaya yang diperlukan untuk pengoperasiannya.
"Keputusan ini memastikan bahwa ada pendekatan wasit yang konsisten untuk semua klub yang mengambil bagian dalam tahap kompetisi yang sama."
Keputusan ini dibuat untuk memastikan bahwa peraturan yang sama diterapkan untuk setiap tim di seluruh kompetisi, menjawab keluhan sebelumnya tentang penggunaan VAR secara sporadis dan bagaimana hal itu menciptakan ketidakseimbangan antara klub-klub divisi teratas dan liga yang lebih rendah.
Kapan VAR akan digunakan di Piala FA?

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
