
Timnas Indonesia U-23 saat takluk dari Guinea 1-0 dalam pertandingan play off Olimpiade Paris.
JawaPos.com - PSSI mengecam keras tindakan rasis yang dilakukan oknum suporter Indonesia kepada timnas Guinea pasca laga play off Olimpiade Paris.
Tindakan rasis tersebut ditujukan kepada timnas Guinea lewat komentar-komentar tidak pantas di media sosial resmi timnas asal Afrika itu.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga menyayangkan ujaran rasis tersebut dan menganggap pelaku rasisme bukanlah pendukung sejati sepak bola.
"Jangan menodai perjuangan timnas Indonesia U-23 dengan ujaran rasis kepada para pemain lawan," kata Arya Sinulingga dalam keterangan, Jumat (10/5) seperti dikutip dari Antara.
Arya Sinulingga menambahkan oknum suporter tidak pantas bertindak rasis karena para pemain timnas dan tim kepelatihan Shin Tae-yong telah berbesar hati menerima kekalahan atas Guinea.
Seharusnya, dengan teladan dari para pemain dan pelatih timnas Indonesia, para pendukung seharusnya juga legawa menerima kekalahan tersebut.
"Para pemain pulang dengan kepala tegak dan legawa menerima kekalahan. Jadi, kami berharap para pendukung pun melakukan hal yang sama," ujarnya.
Menurut Arya Sinulingga, tim nasional U-23 telah berjuang maksimal sejak Piala Asia hingga laga play off Olimpiade, namun hasil positif masih belum berpihak pada mereka.
Ia juga tidak memungkiri bahwa dukungan masyarakat sangat diperlukan dalam membantu mengembalikan semangat dan mentalitas para pemain.
Maka dari itu, ia meminta agar oknum suporter jangan sampai mencederai harapan dan target para pemain dan pelatih timnas Indonesia dengan tindakan rasisme, karena tindakan tersebut justru bisa merugikan timnas di panggung sepak bola dunia.
Sementara itu, dikutip dari akun Twitter Timnas Guinea @Joueurs_GN, tim peringkat empat Piala Afrika U-23 2023 itu menyampaikan bahwa pihaknya menyayangkan pesan maupun komentar bernada rasis dari sejumlah fans Timnas Indonesia.
Mereka tidak menerima bahwa tindakan rasis masih saja terjadi di sepak bola internasional. Karena itu, pihaknya selalu memerangi rasisme dengan mengampanyekan “No TO RACISM!”

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
