
pelatih Atletico Diego Simeone marah dengan performa anak asuhnya saat melawan Real Sociedad.
JawaPos.com – Mantan kiper Inter Milan dan timnas Italia Walter Zenga tidak terima ketika Calcio Catania dinyatakan bangkrut kemarin (10/4).
Bukan hanya bangkrut, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) juga telah menghapus nama Gli Etnei –julukan Calcio Catania– dari daftar klub profesional Italia.
Zenga yang pernah menangani Catania pada musim 2008–2009 sampai mengharap FIGC dan Lega Pro Serie C memberikan kelonggaran waktu kepada Gli Etnei.
Catania memang kali terakhir berkiprah di Serie C grup C (wilayah selatan Italia). Ada tiga grup di Serie C, dua lainnya adalah grup A (utara) dan grup B (tengah).
Catania sudah ditenggat pada 8 April untuk menyerahkan uang senilai EUR 175 ribu (Rp 2,73 miliar).
Uang tersebut dijanjikan oleh Benedetto Mancini, pengusaha asal Roma yang sempat menyatakan bersedia untuk menyelamatkan klub peraih scudetto Serie B 1953–1954 itu.
Uang tersebut sesuai dengan yang diminta oleh pengadilan serta di luar nominal uang yang jadi kewajiban finansial Mancini.
Pada kenyataannya, Mancini tidak datang. ”Tidak bisakah diberi kelonggaran waktu lagi?’’ ucap Zenga kepada La Gazzetta dello Sport.
Kabarnya, Zenga sempat menghubungi mantan Wakil Presiden AS Roma Joe Tacopina supaya menyelamatkan Gli Etnei.
Sayangnya, sejak tahun lalu Tacopina sudah menjabat presiden klub Serie B SPAL sehingga dia tidak bisa campur tangan.
Selain Zenga, Catania pernah dilatih beberapa allenatore kondang saat ini. Antara lain, Sinisa Mihajlovic, Marco Giampaolo, Vincenzo Montella, dan tentu saja Diego Simeone yang menjadi representasi Catania di level Eropa.
Sementara itu, alumnus Catania yang kini menjadi pemain top adalah gelandang serang Sevilla Alejandro ’’Papu” Gomez yang pernah membela Catania pada periode 2010–2013.
Dihapuskannya Catania juga disambut dengan kesedihan oleh klub yang selama ini menjadi rival dalam Derby di Sicilia, Palermo FC.
Misalnya, yang diungkapkan bek tengah Palermo FC Ivan Marconi.
’’Jujur, sejak aku kecil, aku selalu memimpikan bertanding dalam laga Palermo lawan Catania di Stadio Renzo Barbera yang penuh penonton,’’ ucap Marconi seperti dikutip Tutto Calcio Atalanta.
Derby di Sicilia merupakan derbi terbesar di Pulau Sisilia. Derbi yang kali pertama dimainkan pada 25 Desember 1935 dalam laga Coppa Italia yang berhasil dimenangkan oleh Catania.
Laga Serie C di Stadio Angelo Massimino, kandang Catania, pada 12 Desember tahun lalu adalah kali terakhir mereka bertemu.
Ketika itu, Catania mengalahkan Palermo dengan dua gol tanpa balas. Arrivederci, Catania!

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
