Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 November 2016 | 11.00 WIB

Berikut Beberapa Insiden Mematikan Kecelakaan Pesawat yang Membawa Pemain Sepakbola

HANCUR: Reruntuhan pesawat Chapecoense yang jatuh pada Selasa (29/11) pagi. - Image

HANCUR: Reruntuhan pesawat Chapecoense yang jatuh pada Selasa (29/11) pagi.

JawaPos.com - Kecelakaan pesawat terbang yang membawa atlet sepakbola bukan kali pertama terjadi. Ada beberapa kejadian serupa di dunia. Berikut di antaranya.



6 Februari 1958 - Penerbangan British European Airways 609 jatuh setelah tiga kali berusaha untuk take-off dari runway berlapis salju di Bandara Munich-Riem, Jermat Barat. Dalam pesawat itu ada tim Manchester United (MU) yang berjulukan Busby Babes, bersama supporter dan wartawan. Dalam kejadian itu, hampir semua pemain tewas.



Mereka baru saja kembali dari pertandingan di Belgrade, Yugoslavia (Serbia) dan berhenti di Jerman untuk isi bahan bakar. Total, 20 orang dari 44 orang di pesawat itu langsung meninggal di tempat. Korban luka, dibawa ke RS Rechts der Isar di Munich.



Di RS 3 orang meninggal dunia. Korban pun bertambah menjadi 23 dengan korban selamat 21 orang. Pilot pesawat, James Thain, disalahkan dari kejadian tersebut. Namun kemudian namanya bersih setelah dilakukan penyelidikan.



1949 – Pesawat yang membawa tim sepakbola asal Italia Torino juga jatuh. Mereka baru saja melakukan pertandingan melawan Benfica di Lisbon saat pesawat menabrak bukit Superga sebelum mencapai Bandara Turin. Semua 31 penumpang, termasuk 18 pemain dari klub yang kuat ini, meninggal dunia. Kecelakaan itu pun mengakhiri sejarah Torino yang tidak pernah kalah selama lima tahun berturut-turut.



1960 - Delapan pemain sepakbola Denmark yang sedianya melakukan trial untuk masuk tim nasional Denmark menjadi korban kecelakaan setelah pesawatnya jatuh di selat Oresund setelah take-off dari Copenhagen, Denmark. Mereka harusnya menjadi bagian dari tim Denmark menuju Olimpiade Roma.



1969 – Pemain dari tim nasional Bolivi menjadi bagian dari 78 orang yang terbunuh di pesawat yang mengalami kecelakaan di Viloco, La Paz.



1979 – 17 pemain dan pelatih dari Pakhtakor Tashkent adalah bagian dari 178 orang yang terbunuh saat pesawat yang mereka tumpangi jatuh. Mereka harusnya dibawa untuk bertanding di Liga Soviet di Dinamo Minsk.



1987 - Enam belas pemain dari liga Peru, Alianza Lima, plus official dan pelatih masuk 43 korban tewas ketika pesawat yang membawa mereka kembali dari pertandingan kejuaraan di Pucallpa jatuh di dekat Bandara Lima. (DAILY MAIL/tia)

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore