Thierry Henry. (AP)
JawaPos.com - Seluruh dunia sepak bola menyorot apa yang terjadi antara Gianluca Prestianni dan Vinicius Junior dalam pertandingan Benfica kontra Real Madrid. Momen tersebut langsung memicu perdebatan panas, bukan cuma di lapangan, tapi juga di studio analisis dan media sosial.
Sebagian besar pelaku dan pengamat sepak bola berdiri di belakang Vinicius. Banyak yang menunjuk Prestianni sebagai pihak yang diduga melakukan hinaan rasial, terutama karena gesturnya yang menutup mulut saat berbicara, sebuah gerakan yang justru memancing kecurigaan. Tanpa bukti audio yang jelas, bahasa tubuh jadi sorotan utama.
Di tengah situasi yang memanas itu, Thierry Henry tampil vokal membela sang winger Brasil. Meski dikenal sebagai legenda Barcelona, Henry tak ragu menunjukkan sikapnya.
“Saya tidak suka Real Madrid, tetapi malam ini saya adalah seorang Madridista. Seragam yang dikenakan Vinicius Junior seharusnya tidak menjadi masalah di sini. Mari kita lihat seberapa jantan Prestianni. Katakan apa yang Anda katakan, saya yakin Anda mengatakan sesuatu. Mengapa Anda menutupi hidung Anda? Apakah Anda sedang flu?”
Pernyataan Henry langsung jadi perhatian. Kalimatnya tajam, jelas, dan tanpa basa-basi. Ia menegaskan bahwa rivalitas klub seharusnya tidak mengaburkan persoalan yang lebih besar: dugaan tindakan rasisme.
Henry juga mempertanyakan mengapa fokus justru diarahkan pada selebrasi gol Vinicius dan dugaan “provokasi”. Menurutnya, itu bukan inti persoalan. Jika memang ada hinaan rasial yang dilontarkan, maka itulah yang seharusnya menjadi perhatian utama.
Dalam insiden tersebut, Kylian Mbappe disebut ikut mendengar ucapan yang diarahkan kepada Vinicius dan langsung menegur Prestianni. Hal ini semakin memperkuat keyakinan kubu Real Madrid bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam percakapan di lapangan.
UEFA kini tengah menyelidiki insiden tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, badan sepak bola Eropa itu memang memperketat sikap terhadap segala bentuk rasisme. Kali ini, mereka meninjau seluruh rekaman pertandingan untuk mencari bukti konkret.
Pernyataan resmi UEFA berbunyi:
"Laporan resmi pertandingan yang dimainkan tadi malam sedang ditinjau. Jika ada pengaduan, proses akan dimulai, dan jika sanksi disiplin dijatuhkan, hal itu akan diumumkan di situs web disiplin UEFA."
Untuk saat ini, belum ada keputusan final. UEFA juga menegaskan bahwa mereka tidak memiliki informasi tambahan untuk dibagikan.
Sementara itu, Prestianni membantah tuduhan tersebut. Ia mengklaim bahwa ucapannya telah disalahartikan oleh Vinicius dan Mbappe. Klub Benfica pun menyatakan dukungan kepada pemainnya. Di sisi lain, Real Madrid berdiri tegak membela Vinicius.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
