
Keputusan wasit di Serie A yang diklaim kontroversial. (Dok. Juventus)
JawaPos.com - Perdebatan soal kualitas wasit dan penggunaan VAR kembali mencuat setelah rangkaian keputusan kontroversial di berbagai kompetisi elite Eropa akhir pekan lalu.
Mulai dari FA Cup hingga Serie A, polemik tak hanya memicu kemarahan pemain dan pelatih, tetapi juga membuka kembali wacana perubahan aturan sebelum Piala Dunia 2026.
Di Inggris, laga antara Aston Villa dan Newcastle United menjadi sorotan. Tanpa bantuan VAR di putaran tersebut, sejumlah keputusan kontrofersial dipertanyakan, termasuk gol yang diduga offside dan potensi kartu merah yang luput dari perhatian.
Situasi ini justru memunculkan ironi saat VAR tidak digunakan, kontroversi tetap tak terhindarkan.
Sementara itu di Italia, Derby d’Italia antara Inter dan Juventus memanas akibat kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Keputusan itu tak bisa ditinjau ulang karena berada di luar cakupan VAR. Hasilnya, protes keras bermunculan dan kembali mempertanyakan efektivitas VAR yang digunakan.
Di Spanyol, kontroversi juga terjadi dalam semifinal Copa del Rey antara Atletico Madrid dan Barcelona.
Keputusan offside yang membutuhkan waktu hingga tujuh menit memicu kritik tajam. Banyak pihak menilai penggunaan tayangan ulang ultra lambat justru memperumit keputusan yang seharusnya bisa diselesaikan lebih cepat.
Masalahnya kini bukan sekadar ada atau tidaknya VAR, melainkan bagaimana teknologi itu digunakan.
Sejumlah pelatih mengaku di satu sisi VAR membantu menciptakan keputusan lebih adil, namun di sisi lain menghilangkan spontanitas permainan.
Ketidakjelasan komunikasi kepada pemain dan suporter di stadion juga memperkeruh situasi.
Tekanan terhadap FIFA untuk mengevaluasi aturan pun semakin besar.
Opsi mengurangi intervensi VAR, memperjelas “kesalahan yang jelas dan nyata”, hingga memperbaiki transparansi proses menjadi topik hangat.
Namun, menghapus VAR sepenuhnya juga dinilai berisiko mengembalikan sepak bola ke era kesalahan fatal tanpa koreksi.
Yang tak kalah penting adalah perubahan budaya di lapangan. Aksi simulasi, tekanan berlebihan terhadap wasit, hingga serangan di media sosial memperumit tugas pengadil.
Di tengah industri sepak bola bernilai miliaran dolar, satu keputusan bisa berdampak besar bagi masa depan klub.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
