Pelatih Girona Míchel menyayangkan kontroversi wasit yang menutupi kemenangan 2-1 atas Barcelona. Ia menilai laga berjalan luar biasa dan timnya pantas meraih tiga poin penting. (Instagram/@gironafc)
JawaPos.com - Kemenangan 2-1 Girona atas Barcelona di Estadi Montilivi seharusnya jadi malam penuh perayaan. Comeback dramatis, atmosfer panas, dan tiga poin krusial dalam perburuan menjauh dari zona degradasi. Namun alih-alih hanya membahas performa timnya, sorotan justru tertuju pada keputusan wasit.
Dan menariknya, bukan hanya kubu Barcelona yang merasa terusik. Pelatih Girona, Míchel, juga mengaku kurang nyaman melihat kontroversi tersebut mendominasi pembicaraan.
Gol kemenangan Fran Beltran diwarnai dugaan pelanggaran terhadap Jules Koundé dalam prosesnya. Wasit tak meniup peluit, VAR pun tak turun tangan. Situasi itu langsung memicu perdebatan.
Melansir From The Spot, dalam konferensi pers usai laga, Míchel mencoba melihatnya secara jernih.
“Jika wasit meniup peluit tanda pelanggaran, itu akan baik-baik saja, tetapi dia tidak meniup peluit, jadi saya rasa VAR seharusnya tidak ikut campur,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa fokus utama seharusnya ada pada kualitas pertandingan, bukan semata-mata pada satu insiden.
“Menurut saya, membicarakan hal ini setelah pertunjukan yang kita saksikan di lapangan justru meremehkan pertandingan. Hari ini adalah pertandingan sepak bola yang luar biasa.”
Secara permainan, laga memang berjalan terbuka dan intens. Pau Cubarsí membawa Barcelona unggul lebih dulu, sebelum Thomas Lemar menyamakan kedudukan dan Beltrán memastikan kemenangan yang membuat Girona kini unggul lima poin dari zona degradasi.
Bagi Barcelona, hasil ini terasa makin pahit setelah sebelumnya dihajar Atlético Madrid di Copa del Rey dan kini harus rela kehilangan puncak klasemen LaLiga dari Real Madrid. Namun bagi Girona, tiga poin ini sangat berarti.
“Kita perlu terus menang untuk mencapai 42 poin, kurang lebih. Masih banyak yang harus dilakukan. Itulah realita situasinya.”
“[Hari ini kami mendapat] tiga poin, tetapi lebih dari tiga poin dalam artian ini adalah pertandingan spesial melawan tim yang biasanya selalu atau dalam 90% pertandingan—menang.”
Míchel bahkan merasa timnya pantas mendapat lebih dari sekadar dua poin dalam tiga laga terakhir sebelum ini.
“Dalam tiga pertandingan terakhir, kami hanya meraih dua poin, tetapi tim pantas mendapatkan lebih banyak. Tim bermain bagus, bahkan lebih baik dari lawan dalam banyak kesempatan.”
“Hari ini kami meraih tiga poin melawan tim yang melakukan banyak hal dengan baik dan memiliki banyak peluang, serta gagal mengeksekusi penalti. Anda harus memiliki keberuntungan seperti itu untuk mengalahkan Barça, jika tidak, itu mustahil.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain AC Milan vs Venezia: Fisik Adrien Rabiot Belum Siap, Rafael Leao Absen
