
Fans Real Madrid melambaikan sapu tangan putih pertanda protes. (Dok. Real Madrid)
JawaPos.com - Pemandangan tak biasa terlihat di Santiago Bernabeu saat Real Madrid menjamu Levante pada lanjutan La Liga, 17 Januari 2026.
Ribuan suporter mengibarkan sapu tangan putih dari tribun stadion. Meski Los Blancos menang 2-0, aksi tersebut menjadi penegasan bahwa ada kekecewaan besar yang sedang dirasakan publik tuan rumah.
Kibaran sapu tangan putih bukan sekadar ekspresi spontan. Di Spanyol, tradisi ini dikenal dengan istilah panolada dan sudah ada jauh sebelum sepak bola menjadi olahraga utama.
Awalnya, kebiasaan tersebut muncul dari arena adu banteng. Penonton yang puas dengan penampilan matador akan melambaikan sapu tangan putih sebagai bentuk apresiasi dan permintaan penghargaan bagi sang petarung.
Seiring perkembangan zaman, tradisi itu ikut terbawa ke stadion sepak bola. Pada era 1950-an, ketika Real Madrid berjaya bersama Alfredo Di Stefano dan Ferenc Puskas, suporter menggunakan sapu tangan putih untuk merayakan permainan indah atau gol spektakuler.
Namun, maknanya perlahan berubah. Di sepak bola modern, panolada justru lebih sering menjadi simbol protes.
Hal itu terlihat jelas dalam laga kontra Levante. Meski meraih tiga poin, sejumlah pemain seperti Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan Federico Valverde tetap mendapat siulan. Pelatih Alvaro Arbeloa juga tak luput dari sorotan. Bahkan, Presiden Florentino Perez diteriaki agar mundur dari jabatannya.
Kekecewaan suporter tak lepas dari rentetan hasil negatif sebelumnya. Madrid kalah dari Barcelona di final Supercopa de Espana dan tersingkir secara mengejutkan dari Copa del Rey oleh Albacete.
Situasi internal klub, termasuk isu masa depan pelatih sebelumnya serta wacana perubahan struktur kepemilikan, turut memperkeruh suasana.
Sebagai klub yang masih dimiliki anggota atau socios, Real Madrid memiliki basis suporter yang merasa punya hak penuh untuk menyuarakan penilaian.
Di Bernabeu, penonton bukan hanya datang untuk menyaksikan pertandingan, tetapi juga merasa menjadi bagian dari identitas klub.
Menariknya, aksi protes sering kali memicu reaksi cepat di lapangan. Setelah panolada melawan Levante, Madrid sempat tampil meyakinkan dengan kemenangan besar di Liga Champions dan hasil positif di La Liga. Meski demikian, inkonsistensi masih membayangi performa tim.
Di balik kemegahan stadion modern Bernabeu, sapu tangan putih tetap menjadi simbol klasik yang sarat makna.
Bagi suporter Real Madrid, itu adalah cara menyampaikan pesan: standar tinggi harus selalu dijaga, dan kehormatan klub tidak boleh ditawar.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
