Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Januari 2026 | 05.26 WIB

Bukan Asal Pilih! Ini Alasan Michael Carrick Percaya pada Staf Pelatihnya di Manchester United

Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick. (Ash Donelon/Manchester United) - Image

Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick. (Ash Donelon/Manchester United)

JawaPos.com - Penunjukan staf pelatih Michael Carrick di Manchester United sempat memancing perdebatan. Sebagian pihak menilai komposisi tim kepelatihan yang ia bentuk terlalu didominasi sosok-sosok orang dekat Carrick, bahkan dilabeli sebagai “kumpulan teman”.

Namun, di balik keputusan tersebut, Carrick diyakini punya pertimbangan yang jauh lebih strategis.

Sebagai pelatih interim yang datang di tengah situasi klub yang tidak ideal, Carrick dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk menata ulang arah tim.

Dalam kondisi seperti itu, kejelasan visi dan keselarasan kerja menjadi faktor yang krusial. Salah satu cara tercepat untuk mencapainya adalah dengan bekerja bersama orang-orang yang sudah memahami cara berpikir dan metode kepelatihannya.

Di dunia sepak bola modern, staf pelatih bukan lagi sekadar pendamping manajer di pinggir lapangan. Mereka memegang peran penting dalam persiapan taktik, manajemen pemain, komunikasi internal, hingga menjaga atmosfer ruang ganti. Karena itu, kepercayaan menjadi fondasi utama.

Steve Holland, yang ditunjuk sebagai asisten Carrick, dikenal sebagai pelatih berpengalaman dengan rekam jejak panjang. Ia pernah bekerja dengan sejumlah manajer papan atas dan terlibat dalam perkembangan signifikan tim nasional Inggris dalam satu dekade terakhir.

Perannya lebih condong pada aspek taktik dan organisasi tim, terutama dalam persiapan pertandingan.

Nama lain yang mencuri perhatian adalah Jonathan Woodgate. Mantan bek timnas Inggris itu pernah bekerja bersama Carrick sebelumnya dan dinilai punya kemampuan komunikasi yang baik dengan pemain.

Pengalamannya sebagai pemain top membuatnya paham dinamika ruang ganti, terutama di klub sebesar Manchester United yang penuh tekanan.

Sementara itu, kehadiran Jonny Evans dalam struktur kepelatihan membawa dimensi berbeda. Meski belum lama terjun sebagai pelatih, Evans dikenal memiliki pemahaman kuat soal budaya dan identitas Manchester United.

Ia juga dianggap mampu menjadi penghubung antara tim utama dan pemain muda, sebuah peran yang belakangan dinilai kurang maksimal di Old Trafford.

Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa Carrick tidak asal memilih. Struktur staf yang dibangun mencerminkan keseimbangan antara pengalaman, pendekatan teknis, dan pemahaman internal klub.

Dalam jangka pendek, hal ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas, terutama di tengah tuntutan hasil yang tinggi.

Meski demikian, satu hal tidak bisa dihindari hasil di lapangan tetap menjadi tolok ukur utama.

Sebagus apa pun perencanaan dan sekuat apa pun chemistry di belakang layar, semua akan kembali pada kemenangan.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore