
Latihan Real Madrid bersama Alvaro Arbeloa. (Instagram/@realmadrid)
JawaPos.com – Alvaro Arbeloa pernah mendapatkan julukan khusus dari Xabi Alonso ketika sama-sama menjadi pemain Real Madrid 17 tahun silam. Gara-gara sering salah oper, Xabi memanggil Arbeloa: Trufas. Sosok yang selalu salah oper itulah yang kini menggantikan Xabi sebagai entrenador Real.
Xabi angkat kaki kurang dari 24 jam setelah gagal membawa El Real menjuarai Supercopa de Espana di Jeddah, Arab Saudi. Di final (12/1), Real takluk 2-3 oleh rival abadi, FC Barcelona. Di LALIGA, Dani Carvajal dkk juga berada dibawah Barca setelah 19 laga.
Dianggap Paham Situasi Tim
Arbeloa berarti naik pangkat seiring membesut Real Castilla musim ini. ’’Dia (Arbeloa) sangat mengenal klub ini karena sudah bertahun-tahun berada di sini. Dia juga mengenal Xabi. Jadi, dia pasti sangat tahu apa yang terjadi,’’ kata Jorge Valdano sebagai mantan pemain, pelatih dan general manager Real, dalam ulasannya seperti dilansir dari Marca.
’’Sekarang tinggal menunggu bagaimana dia mampu membangun tim yang kompetitif dan jadi pesaing dalam setiap kompetisi. Seperti yang banyak diharapkan dari sebuah tim seperti Real,’’ sambungnya.
Loyal kepada Los Merengues
Arbeloa diketahui bergabung dengan Real sejak akademi (2001–2002), membela Real C dan B hingga promosi ke tim utama pada 2004–2005. Pria 42 tahun yang berposisi sebagai bek kanan itu sempat pergi dari Real ke Deportivo La Coruna lalu ke Liverpool FC sebelum balik memperkuat Los Merengues – sebutan Real (2009–2016). Dia pensiun di West Ham United (2016–2017).
Selama meninggalkan Real, Arbeloa tetap loyal kepada Real. ”Bermain bersama klub lain terasa aneh bagiku. Aku pergi karena di sana (Real) selalu memiliki para pemain terbaik,” katanya ketika berlabuh di Depor.
Pintus Jadi Pelatih Fisik (Lagi)
Faktor kebugaran yang buruk disebut sebagai awal dari performa naik-turun Real musim ini. Karena itu, Real mengembalikan Antonio Pintus sebagai pelatih fisik bagi Carvajal dkk. Selama era kepelatihan Carlo Ancelotti (2021–2025), Pintus disebut sebagai aktor penting yang bisa menjaga kebugaran para penggawa Los Merengues.
Meski begitu, kehadiran Pintus tak lepas dari kabar tidak sedap. Yakni, ada campur tangan Presiden Real Florentino Perez. Awal musim ini, Perez berencana memasukkan Pintus dalam staf kepelatihan. Namun, Xabi menolaknya dan lebih percaya dengan orang-orang pilihannya.
Faktor Penyebab La Barba Roja Lengser
Kalah dalam big game/rival. Sebut saja 2-5 oleh Atletico Madrid di LALIGA (28/9/2025), 2-3 oleh FC Barcelona dalam final Supercopa de Espana (12/1), dan oleh Liverpool FC serta Manchester City di fase League Liga Champions. Meski, Real bersama Xabi mampu mencatat 24 kali menang dalam 34 laga (persentase kemenangan 70,59) dan sisanya 4 kali seri dan 6 kali kalah.
Gagal menerapkan filosofi permainan sukses dari Bayer Leverkusen. Sistem high-pressing, positional play, dan struktur solid (seperti 3-4-2-1 atau 3-box-3) bersama Leverkusen tidak cocok atau sulit diterapkan di Real. Pemain Real punya ego besar, lebih individualis, dan gaya klub historically tidak terlalu mengandalkan gegenpressing intens ala Jerman.
Terlibat tensi dengan sejumlah pemain (Vinicius Junior, Federico Valverde, dan Jude Bellingham) sehingga memengaruhi soliditas tim dan kendali ruang ganti. Kylian Mbappe juga lebih ”berpengaruh” ketika lebih dihiraukan oleh pemain Real (ketimbang Xabi) untuk tidak memberikan guard of honour kepada Barca sebagai pemenang Supercopa de Espana.
Tekanan khas Real Madrid. Los Merengues dikenal sebagai klub yang sangat demanding. Presiden Florentino Perez cepat bertindak jika hasil + image tim tidak memuaskan. Meski disebut ”mutual agreement”, yang dialami Xabi sejatinya pemecatan sebagaimana pola yang sama seperti banyak pelatih sebelumnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
