Karim Benzema. (Istimewa)
JawaPos.com - Kesulitan Real Madrid dalam sebulan terakhir makin terasa, bahkan mulai mengancam posisi Xabi Alonso secara serius.
Padahal, musim ini sempat diawali dengan penuh optimisme—terutama setelah kemenangan besar di El Clásico yang seolah menghapus semua keraguan. Namun sejak saat itu, Los Blancos seperti kehilangan arah. Hasil pertandingan pun berbicara: mereka tidak lagi terlihat seperti tim yang sama.
Di tengah situasi yang memanas, legenda klub Karim Benzema akhirnya buka suara. Dalam wawancara dengan L'Equipe, Benzema mengungkapkan apa yang menurutnya menjadi akar masalah Real Madrid musim ini.
“Yang mereka lewatkan hanyalah koneksi antara Mbappe, Vinicius, Bellingham, dan Rodrygo,” ujarnya.
Menurutnya, para pemain bintang itu punya kualitas luar biasa, tetapi tidak saling terhubung di atas lapangan. Benzema lalu menekankan betapa pentingnya setiap pemain memahami peran masing-masing.
“Setiap pemain harus tahu apa yang harus mereka lakukan di lapangan. Bellingham perlu memahami bahwa dia adalah pengatur serangan, bukan pencetak gol,” tambahnya.
Tak berhenti di situ, Benzema juga mengingatkan soal posisi ideal para pemain.
“Mbappe, dia pencetak gol, bukan pengatur serangan. Vinicius, dia bukan gelandang bertahan, dia pemain sayap kiri.”
Menurutnya, ketika peran sudah jelas, sisanya akan berjalan dengan sendirinya karena kualitas individu mereka sudah berada di level tertinggi.
Benzema juga memberikan pandangannya soal Xabi Alonso. Ia menyebut eks gelandang elegan itu berada pada situasi sulit karena ruang ganti Real Madrid tidak mudah dikendalikan.
“Xabi Alonso sebenarnya tidak bisa berbuat apa-apa. Dia memiliki nama-nama pemain yang luar biasa, jadi dia harus mewujudkan nama-nama itu di lapangan.”
“Ini sulit. Setiap pemain punya egonya masing-masing. Yang terpenting, mereka perlu berkomunikasi,” lanjut Benzema.
Soal ego, pemain Prancis itu sangat tegas. Katanya, masalah terbesar muncul ketika pemain tidak bisa menerima bahwa rekan setimnya lebih baik dalam hal tertentu.
“Masalahnya adalah ketika Anda tidak menerima bahwa ada pemain di depan Anda yang mencetak lebih banyak gol daripada Anda. Jika rekan setim Anda lebih baik dari Anda, Anda harus menerimanya.”

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
