Dunga menilai Vinicius Junior belum layak menjadi kapten (Instagram @realmadrid)
JawaPos.com - Legenda Brasil, Dunga, mungkin terdengar asing bagi publik sepak bola era sekarang. Namun bagi masyarakat Brasil, namanya tidak pernah terlupakan berkat kontribusinya saat membawa Tim Samba menjuarai Piala Dunia 1994.
Dalam wawancara bersama MARCA, mantan kapten timnas Brasil itu menyampaikan opininya tentang trio pemain Brasil yang kini membela Real Madrid: Vinicius Junior, Rodrygo, dan Endrick.
Vinicius Bukan Kapten Tim
Dunga memulai dengan memberikan pendapat mengenai Vinicius, terutama terkait perilaku dan reaksinya baik di dalam maupun luar lapangan—sesuatu yang belakangan ini kerap menjadi perdebatan di Brasil dan Spanyol.
Saat ditanya soal sikap bintang Real Madrid itu, terutama terkait ketegangannya dengan Xabi Alonso, Dunga memberikan jawaban bijak.
"Kita semua selalu bisa menjadi lebih baik," ujarnya.
"Dan ketika kita membuat kesalahan, kita perlu merenung, mundur dua langkah, dan memperbaikinya. Saya belajar bahwa saat seseorang menyerang kita, terkadang memang tidak ada gunanya membalas," tambahnya.
Lebih lanjut, Dunga menilai Vinicius unggul dalam hal bakat dibanding dua rekannya sesama pemain Brasil di Real Madrid. Namun dari segi kepribadian dan kepemimpinan ruang ganti, ia belum layak menjadi kapten tim.
Pendapat tersebut senada dengan pernyataan Casemiro beberapa waktu lalu yang menyebut Vinicius tidak cocok menjadi kapten.
"Menurut saya, Vini adalah pemimpin teknis, pemimpin sepak bola, bukan pemimpin ruang ganti, atau istilahnya bukan kapten tim," lanjutnya.
"Brasil masih membutuhkan pemimpin di ruang ganti."
Rodrygo Butuh Beradaptasi
Dunga kemudian menyoroti situasi Rodrygo, yang belakangan lebih sering duduk di bangku cadangan Real Madrid. Hal ini memicu perdebatan di kalangan fans: haruskah Rodrygo hengkang demi mendapat menit bermain dan mengamankan tempat di Piala Dunia 2026?
"Pemain Brasil berbeda dengan pemain Eropa. Mereka pemain spesial yang selalu ingin bermain. Jika tidak bermain, mereka akan sedih dan merasa tidak terintegrasi," jelas Dunga.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
