Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 November 2025 | 00.44 WIB

10 Rekan Tim Sepak Bola yang Tidak Menyukai Satu Sama Lain, Arsenal Paling Banyak

Jamie Carragher dan El-Hadji Diouf saat masih memperkuat Liverpool. (givemesport) - Image

Jamie Carragher dan El-Hadji Diouf saat masih memperkuat Liverpool. (givemesport)

JawaPos.com – Rasanya menggoda untuk berpikir semua rekan satu tim sepak bola selalu akur. Lagipula, mereka menghabiskan waktu berjam-jam bersama—berlatih, makan, bepergian, merayakan kemenangan, dan bahkan sesekali mengalami kekalahan.

Pengalaman bersama ini dapat menjalin ikatan yang erat, hampir seperti keluarga kedua. Namun, dengan begitu banyak waktu yang dihabiskan di tempat yang sempit, gesekan tetap tak terelakkan.

Tim sepak bola adalah wadah peleburan berbagai kepribadian, dan beberapa pemain memang ditakdirkan untuk berselisih. Entah itu pertarungan ego, nilai-nilai yang bertentangan, atau momen panas yang terlalu jauh, beberapa hubungan melampaui sekadar perselisihan dan berpuncak pada permusuhan yang membara.

Dengan pemikiran tersebut, JawaPos.com telah mengupas 10 kasus rekan satu tim yang terkenal tidak tahan satu sama lain. Inilah para pemain yang tidak hanya gagal untuk saling memahami—mereka juga terang-terangan membenci satu sama lain. Bersiaplah, karena drama di balik layar sama intensnya dengan aksi di lapangan.

Emmanuel Frimpong dan Samir Nasri (Arsenal)

Perseteruan ini bermula antara kedua mantan pemain Arsenal ini pada 2011 ketika Samir Nasri mengecam Emmanuel Frimpong karena diusir keluar lapangan saat timnya kalah 2-0 dari Liverpool. Frimpong baru berusia 19 tahun saat itu, dan itu adalah penampilan keduanya di Liga Premier untuk klub tersebut.

"Tidak perlu ada yang mengatakan bahwa tindakan saya bodoh," ujar Frimpong kepada Athletic. “Setelah pertandingan, semua orang masuk ke ruang ganti dan Arsene (Wenger) terdiam. Lalu, Nasri berdiri di depan semua orang dan berkata kami kalah karena saya.”

“Oke, saya bisa mengerti itu, tapi saya berpikir, 'Kenapa seseorang—terutama saya yang bermain, saya rasa itu seperti pertandingan kedua saya—kenapa ada pemain profesional yang melakukan hal seperti itu kepada pemain muda di momen seperti itu?'"

Beberapa bulan kemudian, Jack Wilshere menggunakan media sosial untuk mendoakan keberuntungan Nasri setelah ia meninggalkan Arsenal untuk bergabung dengan Manchester City. Frimpong melihat twit Wilshere dan membalas: "Pffffff ayo Jack."

Komentar itu tidak luput dari perhatian Nasri, yang langsung menelepon Frimpong untuk mengkonfrontasinya. Ia mengungkapkan: "Saya menerima telepon dan ternyata Nasri yang menelepon dan mengancam saya, mengatakan bahwa ketika dia melihat saya, ini itu. Saya bilang kepadanya, 'Saya bukan salah satu pemain yang takut padamu. Jika kau ingin kita menyelesaikannya secara jantan, kita bisa menyelesaikannya secara jantan'."

“Sejujurnya, saat dia meninggalkan Arsenal, saya bisa mengatakan apa yang sebenarnya saya pikirkan tentangnya karena dia tidak ada di sana. Jadi, pada dasarnya saya bisa mengungkapkan perasaan saya kepadanya. Saya hanya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak menyukainya, saya tidak menghormatinya, dan saya tidak akan pernah menghormatinya sebagai pemain profesional.”

"Bagi saya, sejujurnya saya tidak pernah menyukai Nasri dan saya tidak akan pernah menyukai orang ini. Sekalipun dia memberi saya lima miliar dolar, saya tetap tidak akan menyukainya."

Zlatan Ibrahimovic dan Rafael van der Vaart (Ajax)

Kedua mantan rekan setim Ajax itu bentrok dalam pertandingan persahabatan internasional antara Swedia dan Belanda. Zlatan Ibrahimovic mencederai Rafael Van der Vaart, dan pemain asal Belanda itu yakin itu disengaja. Dalam autobiografinya yang terbit pada 2013, Zlatan mengungkapkan bahwa ia mengancam akan mematahkan kedua kaki Van der Vaart.

"Saya tidak sengaja melukaimu, dan kau tahu itu. Jika kau menuduh saya lagi, saya akan mematahkan kedua kakimu, dan kali ini memang sengaja," ujar mantan striker Swedia itu memberi tahu rekan setimnya itu, dikutip Daily Mail.

 Van der Vaart membuka diri tentang hubungan dingin mereka dalam sebuah wawancara dengan FourFourTwo pada 2018.

"Ya, dia memang mengatakan itu (saya akan mematahkan kakimu), tetapi Zlatan mengatakannya kepada semua orang. Memang benar bahwa saat itu hubungan kami berdua sedang tidak baik, tetapi saya lebih suka berada di tim dengan orang-orang yang jujur, seperti dia, meskipun itu berarti akan ada beberapa pertengkaran. Namun, tidak ada momen khusus di mana kami berselisih – kami biasanya tidak akur," ujar Van der Vaart.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore