Vinícius Júnior (Instagram @vinijr)
JawaPos.com – Kemenangan telak Real Madrid atas Kairat Almaty dengan skor 5-0 di Liga Champions meninggalkan momen menarik yang tak terduga.
Dilansir dari laman Bein Sports pada Minggu (5/10), Vinícius Júnior, sang kapten dalam laga tersebut, terlihat frustrasi ketika digantikan di babak kedua. Reaksinya yang terekam kamera sempat memunculkan spekulasi bahwa ia marah kepada pelatih Xabi Alonso.
Namun, laporan dari media Spanyol AS mengungkapkan bahwa kemarahan Vinícius bukan ditujukan kepada sang pelatih.
Pemain asal Brasil itu justru merasa kesal kepada beberapa rekan setimnya yang dianggap mengabaikannya di lapangan. Ia merasa kecewa karena tidak diberikan bola meski berada di posisi yang tepat untuk mencetak peluang.
Dua momen khusus menjadi pemicu utama frustrasinya dalam laga tersebut. Arda Güler disebut memilih untuk tidak mengoper bola kepadanya dalam situasi terbuka, sementara Franco Mastantuono memilih memberikan umpan ke arah lain.
Bagi Vinícius, hal ini menjadi bentuk kurangnya kepercayaan dari rekan setim terhadap perannya sebagai kapten di pertandingan itu.
Xabi Alonso dengan cepat meredakan rumor yang beredar pasca pertandingan. Ia menegaskan bahwa reaksi Vinícius bukan bentuk protes terhadap keputusan pelatih, melainkan ekspresi emosional yang wajar di tengah pertandingan.
“Itu lebih merupakan komentar spontan yang kami pahami bersama, bukan keluhan,” ujar Xabi Alonso.
Meski demikian, insiden ini muncul di tengah periode sulit bagi Vinícius di Real Madrid. Setelah sempat digadang-gadang sebagai kandidat kuat Ballon d’Or 2024, performa dan popularitasnya mulai menurun.
Dalam daftar Ballon d’Or 2025, namanya bahkan turun hingga peringkat ke-16, tertinggal dari rekan-rekan setimnya seperti Kylian Mbappé dan Arda Güler.
Secara statistik, Vinícius masih tampil konsisten dengan torehan tiga gol dan empat assist musim ini.
Namun, dominasi Mbappé dengan delapan gol dan sembilan keterlibatan langsung membuat posisi Vinícius di tim utama semakin terancam. Xabi Alonso pun menyerukan keseimbangan mental bagi seluruh skuad agar tidak terbawa euforia kemenangan atau kejatuhan usai kekalahan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
