Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 05.18 WIB

Wayne Rooney dan Gary Neville Cemas, Nasib Ruben Amorim di Manchester United Kian Tertekan

Pelatih Manchester United Ruben Amorim. (sumber web espn) - Image

Pelatih Manchester United Ruben Amorim. (sumber web espn)

JawaPos.com-Tekanan terhadap manajer Manchester United Ruben Amorim semakin terasa setelah kekalahan telak 0-3 dari Manchester City di Stadion Etihad, Minggu (14/9) malam.

Dua legenda klub, Wayne Rooney dan Gary Neville, kompak menyuarakan kekhawatiran serius mengenai masa depan sang pelatih asal Portugal. Kekalahan derby itu menjadi pukulan kedua bagi United di awal Liga Primer 2025/2026.

Hanya meraih empat poin dari empat laga, Setan Merah kini tercecer di peringkat ke-14 klasemen. Situasi kian memprihatinkan karena United sebelumnya sudah tersingkir secara memalukan di babak kedua Piala Carabao oleh klub divisi bawah Grimsby Town.

Statistik menambah bayang-bayang gelap bagi Amorim. Menurut data Statmuse, manajer berusia 40 tahun itu hanya meraih 26 persen kemenangan di Liga Primer sejak menggantikan Erik ten Hag pada akhir musim lalu. Angka ini menjadi yang terburuk di era modern United.

Perbandingan dengan pendahulunya sangat mencolok. Sir Alex Ferguson menutup karir legendarisnya dengan rasio kemenangan 65 persen.

Nama-nama lain seperti Jose Mourinho dengan rasio 54 persen, Erik ten Hag dengan rasio 52 persen, Louis van Gaal dengan rasio 51 persen, hingga Ole Gunnar Solskjaer 51 persen, berada jauh di atas torehan Amorim. Bahkan manajer interim seperti Ralf Rangnick mencatat 42 persen, hampir dua kali lipat capaian Amorim.

Dalam podcast BBC Wayne Rooney, mantan kapten United itu mengaku sangat sulit melihat tanda-tanda kemajuan di bawah Amorim.

“Saya ingin memberikan dukungan positif kepada manajer dan para pemain,” ujar Wayne Rooney.

“Tapi sangat sulit duduk di sini dan mengatakan kita melihat perkembangan. Kita tidak melihat hal itu sama sekali, dan itu sangat sulit,” imbuh dia.

Rooney menyoroti momen akhir laga ketika banyak penggemar meninggalkan stadion.

“Anda bisa mendengar para penggemar menyanyikan nama Amorim, tetapi saya pikir itu justru menandakan kekecewaan. Mereka pergi sebelum pertandingan usai karena sudah tidak tahan dengan performa tim,” tambah dia.

Dia menegaskan, setelah pemecatan Erik ten Hag musim lalu, publik berharap pada perubahan besar.

“Kalau manajer jujur pada dirinya sendiri, situasinya justru semakin buruk,” kata Rooney.

Legenda lain Gary Neville, menyuarakan pandangan serupa saat menjadi analis Sky Sports.

“Saya khawatir tentang manajer, saya khawatir tentang apa yang akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan,” ujar Gary Neville.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore