Arda Guler
JawaPos.com - Dunia sepak bola pernah terbagi dua: Messi atau Ronaldo. Kini, generasi baru memunculkan perbandingan lain.
Nama Lamine Yamal kerap disandingkan dengan Vinicius Junior, bahkan dianggap sebagai penerus duel klasik El Clasico. Namun, ada juga yang melihat perbandingan yang lebih sepadan: Yamal dengan Arda Guler.
Keduanya masih sangat muda—Yamal baru 17 tahun, sementara Guler dua tahun lebih tua. Sama-sama bermain di dua klub terbesar Spanyol, Barcelona dan Real Madrid.
Meski begitu, perbandingan itu sejatinya lahir dari para penggemar, bukan dari para pemain itu sendiri.
Melansir dari SI, saat menjalani tugas internasional bersama Timnas Turki, Arda Guler akhirnya angkat bicara soal namanya yang kerap disejajarkan dengan Lamine Yamal. Dengan tenang, ia merespons tanpa memperpanjang perdebatan.
"Saya tidak banyak berkomentar tentang Lamine Yamal. Kami tidak bermain di posisi yang sama," kata Guler, menegaskan perbedaan peran di lapangan. Namun, ia juga mengakui alasan mengapa publik kerap membandingkan keduanya.
"Saya mengerti perbandingan itu, karena dia di Barcelona dan saya di Real Madrid," tambahnya.
Guler juga menunjukkan rasa hormatnya pada bintang muda Spanyol tersebut.
"Dia sangat berbakat dan saya tidak terkejut dengan pencapaiannya. Saya mendoakan yang terbaik untuknya, meski tentu saja, dia akan berusaha menyulitkan kami."
Ucapan itu disampaikan jelang laga Turki menghadapi Spanyol—sebuah pertandingan yang justru berakhir pahit bagi Guler. Timnya kalah telak 0-6. Mikel Merino mencetak hat-trick, sementara Ferran Torres dan Pedri ikut menambah luka.
Dalam duel itu, Guler terlihat frustrasi. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika ia berusaha mengambil tendangan bebas cepat, namun dihalangi oleh Yamal.
Adu argumen kecil tak terhindarkan, tetapi insiden itu tak sampai menimbulkan masalah besar. Justru, momen tersebut memperlihatkan sisi kompetitif Guler yang tak mau kalah begitu saja.
Meski hasil laga jauh dari harapan, jeda internasional tetap memberi pengalaman penting bagi bintang muda Real Madrid tersebut. Guler tentu ingin kembali ke klub dengan semangat baru, membuktikan kualitasnya, dan suatu saat bisa menantang Yamal di panggung El Clasico.
Rivalitas di antara keduanya mungkin hanya ada di benak para penggemar. Namun, satu hal pasti: generasi baru sudah mengambil alih panggung, dan nama seperti Arda Guler serta Lamine Yamal akan terus jadi bahan pembicaraan dunia sepak bola.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
