Kylian Mbappe (Instagram @realmadrid)
JawaPos.com - Kylian Mbappe, penyerang andalan Real Madrid dan timnas Prancis, membuat pengakuan jujur tentang kondisi sepak bola saat ini.
Menurutnya, hanya kecintaan mendalam pada olahraga inilah yang membuatnya bertahan, meski ia mengaku sempat merasa "jijik" dengan apa yang terjadi di balik layar dunia sepak bola modern.
Melansir L'equipe, Mbappe menyebut dirinya seorang fatalis dalam urusan sepak bola, namun tidak dalam kehidupan. Ia menekankan bahwa hidup tetap luar biasa, sementara sepak bola penuh dengan sisi gelap yang jarang terlihat oleh publik.
Baginya, penonton di stadion beruntung karena hanya menyaksikan pertandingan sebagai hiburan, tanpa harus tahu persoalan rumit di balik panggung besar tersebut.
Meski masih 26 tahun, Mbappe sudah merasakan kerasnya dinamika di level tertinggi. Ia bahkan mengaku tidak akan pernah menyarankan anaknya untuk masuk ke dunia sepak bola. Menurutnya, olahraga ini terlalu sarat tekanan, kepentingan, dan ilusi.
Soal kekayaan dan popularitas, Mbappe menilai semakin besar uang yang didapat, semakin besar pula masalah yang datang.
Hidup seorang pemain berubah drastis, namun orang-orang di sekitarnya sering ingin menahan mereka dalam masa lalu. Ia menyebut hal ini sebagai salah satu tantangan terbesar: menjaga identitas sekaligus menghadapi tuntutan baru.
Kepercayaan juga menjadi isu penting. Mbappe mengaku hanya merasa aman di lingkaran kecil keluarga dan teman lama yang sudah ada sebelum ketenarannya meledak.
Ia sulit menilai niat orang baru yang mendekat. Menurutnya, batas antara kewaspadaan dan paranoia sangat tipis.
"Sering kali pemain dicap gila, padahal sebenarnya mereka hanya berhati-hati karena sudah terlalu sering dikecewakan," ujarnya.
Ia menegaskan, dalam dunia sepak bola modern, rasa curiga itu bukan kelemahan, melainkan bentuk kewaspadaan agar tidak terjebak dalam lingkaran orang-orang dengan motif tersembunyi.
Pengakuan Mbappe ini menegaskan bahwa di balik gemerlap stadion dan sorotan kamera, ada realitas lain yang jauh lebih kompleks.
Dunia sepak bola modern, bagi Mbappe, bukan sekadar permainan di atas lapangan melainkan juga arena yang penuh intrik, tekanan, dan ujian mental.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
