
Ruben Amorim pertimbangkan peluang masa depannya bersama Manchester United, Benfica siap menyambut kembali. (Instagram ball.chats)
JawaPos.com-Posisi manajer Manchester United Ruben Amorim kembali diselimuti keraguan setelah kekalahan memalukan di ajang Carabao Cup melawan Grimsby Town.
Kegagalan tersebut menambah tekanan besar di awal musim ini, terutama setelah klub menghabiskan lebih dari GBP 200 juta untuk mendatangkan pemain baru. Kekalahan ini seakan membuka jalan bagi Amorim untuk mencari peluang baru, salah satunya dari klub lamanya, Benfica.
Amorim, yang pernah mempertimbangkan posisi manajernya pada Januari lalu, kembali mengungkapkan keraguannya setelah kekalahan pada laga kontra Grimsby yang berakhir dengan adu penalti.
"Itu adalah batas," ujar dia yang dikutip dari Daily Mail Sport.
Hal ini menunjukkan bahwa ia berniat berbicara dengan pihak manajemen United selama jeda internasional dua minggu yang akan datang setelah pertandingan melawan Burnley di Old Trafford pada Sabtu malam ini.
Amorim bisa saja mendapat jalan keluar yang spektakuler dari salah satu klub lamanya, Benfica. Nama besar Amorim sebagai pelatih yang dua kali membawa Sporting Lisbon merebut gelar juara Liga Portugal di atas Benfica, masih sangat dihormati di Estadio da Luz.
Karir gemilangnya sebagai pemain, meraih tiga gelar liga, membuatnya menjadi sosok yang tidak mudah dilupakan publik Benfica.
Salah satu kandidat presiden Benfica Joao Noronha Lopes dikabarkan merencanakan langkah berani untuk membujuk Amorim kembali ke klub tersebut. Lopes, yang telah merekrut Nuno Gomes teman dekat Amorim untuk tim kampanyenya, berambisi membawa sang pelatih kembali ke Estadio da Luz.
"Amorim adalah pelatih luar biasa yang masih terikat kontrak dengan Manchester United. Saya tidak ingin merusak fokus Benfica yang sedang mempersiapkan pertandingan penting," ujar Lopes.
Sementara itu, Benfica saat ini masih berada di bawah arahan Bruno Lage, mantan pelatih Wolves. Dia berhasil membawa mereka finis sebagai runner-up musim lalu dengan hanya tertinggal dua poin dari Sporting.
Di tengah persaingan sengit dalam pemilihan presiden Benfica, Lopes menjadi salah satu kandidat yang berharap dapat menggulingkan Rui Costa. Meski tak banyak bicara, jelas bahwa Lopes memiliki kekaguman besar terhadap Amorim dan berambisi membawa pelatih berusia 40 tahun itu kembali ke tanah kelahirannya.
Di sisi lain, menjelang laga melawan Burnley, Amorim mengungkapkan perasaan frustrasinya yang mendalam. "Jujur, setiap kali kita mengalami kekalahan seperti itu, saya merasa ingin pergi dari sini," tegas Amorim.
Dia juga mengakui bahwa ada kalanya dia merasa benci terhadap pemain-pemainnya, meskipun tetap berusaha untuk mendukung mereka. "Terkadang saya membenci pemain-pemain saya, terkadang saya menyayangi mereka. Itu adalah cara saya bekerja, dan saya akan tetap seperti itu," tambah dia.
Kekalahan 1-0 dari Grimsby Town di Carabao Cup jelas meninggalkan luka yang dalam bagi Amorim. "Penampilan seperti itu tidak dapat diterima," tegas dia.
Meskipun dia juga mengakui tidak ingin berubah menjadi sosok yang terlalu tenang atau terlalu terkontrol dalam menghadapi media.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
