Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 18.45 WIB

Masalah Lama Terulang: Blunder Kiper Bikin Manchester United Tumbang dari Arsenal

Altay Bayindir gagal mengantisipasi bola sehingga Arsenal mencetak gol penentu kemenangan di Old Trafford. (Daily Mail)  - Image

Altay Bayindir gagal mengantisipasi bola sehingga Arsenal mencetak gol penentu kemenangan di Old Trafford. (Daily Mail) 

JawaPos.com-Manchester United membuka musim baru Premier League dengan penampilan yang jauh lebih baik di bawah asuhan Ruben Amorim. Bermain di Old Trafford dengan dukungan penuh suporter, United tampil dominan sepanjang laga melawan Arsenal. Namun, kelemahan lama di sektor penjaga gawang kembali menghantui mereka.

Sejak musim panas, United sudah menggelontorkan dana sekitar GBP 200 juta untuk mendatangkan pemain-pemain menyerang seperti Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko. Hasilnya langsung terlihat. Mbeumo tampil gemilang di sisi kanan, berkali-kali membuat lini belakang Arsenal kerepotan.

Cunha juga aktif mengancam, sementara Sesko masuk di babak kedua ketika United mencoba bermain lebih langsung. Sayangnya, sektor kiper yang tidak diperkuat justru menjadi titik lemah.

Andre Onana yang musim lalu banyak dikritik dicadangkan, namun penggantinya Altay Bayindir melakukan blunder fatal. Pada menit ke-15, dia gagal mengantisipasi sepak pojok Declan Rice dan hanya menepis bola ke arah gawang sendiri.

Riccardo Calafiori dengan mudah menuntaskannya dari jarak dekat untuk membawa Arsenal unggul 1-0. Gol tersebut menjadi satu-satunya di pertandingan, sekaligus penentu kemenangan Arsenal.

Padahal, secara permainan, United tampil jauh lebih dominan. Hingga satu jam laga berjalan, penguasaan bola mereka mencapai lebih dari 65 persen.

Beberapa peluang tercipta melalui Mbeumo, Cunha, hingga sepakan Patrick Dorgu yang membentur tiang gawang. Namun, kiper Arsenal David Raya nyaris tak diuji dengan penyelamatan sulit.

Arsenal sendiri tampil di bawah standar. Viktor Gyokeres yang dipasang sejak awal justru tak mampu menjadi tumpuan serangan.

Bukayo Saka pun tenggelam dalam permainan. Baru setelah Kai Havertz masuk, The Gunners sedikit lebih tenang dalam menguasai bola. Meski begitu, mereka bisa mengelola keunggulan tipis hingga akhir laga.

Amorim patut kecewa dengan hasil ini. United sejatinya menunjukkan peningkatan besar dalam gaya bermain lebih menguasai bola, lebih percaya diri, dan lebih agresif dibanding era sebelumnya.

Namun, kelemahan klasik di bawah mistar gawang kembali menghantui. Dengan bursa transfer masih terbuka dua pekan lagi, keputusan apakah United perlu mencari kiper baru bisa jadi akan segera diambil.

Bagi Arsenal, kemenangan ini memang datang dengan cara yang tidak meyakinkan, tapi tetap krusial. Tiga poin di Old Trafford akan selalu berarti besar dalam perburuan gelar.

Sementara bagi United, sorotan kembali mengarah pada satu hal, sampai kapan masalah kiper akan terus dibiarkan menjadi penghalang?

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore