Gary Rowett, pelatih Oxford United. (Instagram Oxford United)
JawaPos.com- Pelatih Oxford United, Gary Rowett, mengakui bahwa timnya sedikit tertinggal dalam persiapan pra-musim setelah menjalani tur musim panas yang padat dan penuh tantangan di Indonesia.
Oxford menjadi salah satu dari enam tim peserta turnamen tahunan Piala Presiden di Asia Tenggara. Kehadiran dua pemain Timnas Indonesia dalam skuad mereka, Marselino Ferdinan dan Ole Romeny diperkirakan menjadi alasan utama undangan ini. Marselino bergabung musim lalu dan baru menjalani debut sebagai pemain pengganti pada Mei, sedangkan Romeny datang pada Januari dan telah mencatatkan tujuh kali starter.
Tur dimulai dengan kemenangan meyakinkan 6-3 atas Tim All-Star Liga Indonesia di depan 41.065 penonton, dilanjutkan kemenangan 4-0 atas Arema FC meskipun pertandingan itu sempat terhenti karena pemadaman listrik. Namun, Oxford harus mengakui keunggulan Port FC 2-1 dalam laga final yang digelar di tengah hujan deras bak badai.
Tak hanya cuaca ekstrem, Oxford juga menghadapi tantangan logistik. Kemacetan parah di Bandung membuat tim harus mendapat pengawalan kendaraan lapis baja untuk bisa sampai ke tempat latihan. Namun, pelatihan tetap terbatas karena suhu tinggi, kelembapan, serta sejumlah pemain yang mengalami sakit dan cedera.
Romeny bahkan mengalami cedera pergelangan kaki yang cukup parah akibat tekel keras dari pemain Arema. Sementara itu, rekrutan baru Brian de Keersmaecker disebut sangat beruntung tidak mengalami patah kaki akibat pelanggaran di partai final.
"Prioritas utama saya adalah memastikan semua pemain kami keluar dari pertandingan ini tanpa cedera," kata Rowett.
"Brian De Keersmaecker, menurut saya, sangat beruntung tidak mengalami patah kaki. Cederanya bisa saja cukup serius. Itu terlihat seperti tekel yang sangat buruk sesuatu yang sama sekali tidak Anda inginkan di tahap ini" ungkapnya.
Rowett juga menekankan pentingnya keselamatan pemain dalam turnamen yang digelar di awal pramusim.
"Ketika Anda sudah mencapai tahap ini, tentu saja Anda ingin mencoba memenangkan pertandingan. Anda bisa melihat betapa pentingnya turnamen ini bagi banyak tim, dan saya bisa memahami itu. Tetapi ketika Anda mengikuti turnamen seperti ini di awal pramusim, Anda juga tahu ada tantangan lain yang menyertainya," ujar mantan pelatih Stoke City tersebut.
Tak hanya De Keersmaecker, striker Ole Romeny juga harus menepi akibat cedera pergelangan kaki yang cukup parah dan harus menjalai operasi setelah ditekel saat melawan Arema.
Kondisi fisik pemain pun makin diuji karena pelatihan terbatas oleh cuaca panas, kelembapan tinggi, serta jadwal padat.
Kemacetan di Bandung membuat tim harus mendapat pengawalan kendaraan lapis baja untuk menuju tempat latihan. Namun tetap saja, waktu latihan terpangkas signifikan.
"Kami hampir tak berlatih di sini. Sekarang kami bahkan harus melewatkan empat hari latihan karena jadwal penerbangan pulang yang berbeda-beda. Kami harus segera mengembalikan ritme latihan," jelas Rowett.
"Ini tentu bukan persiapan ideal, tapi kami harus fokus ke tiga minggu terakhir jelang musim dimulai," lanjutnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
