
PSG taklukkan Inter Miami dengan skor 4-0 pada pertandingan Piala Dunia Antarklub. (Instagram PSG)
JawaPos.com - Dua menit terakhir laga Piala Dunia Antarklub masih menyisakan satu cerita yaitu Lionel Messi berdiri di depan bola, bersiap mengeksekusi tendangan bebas di luar kotak penalti. Sorotan kamera menyorot erat wajahnya, bukan untuk membahas skor yang sudah tak terkejar, tapi karena inilah momen yang dinanti banyak orang. Sebuah salam perpisahan kecil, meski tak tertulis, dari sang legenda.
Namun tendangan itu membentur pagar hidup. Tidak masuk. Tidak mengubah apapun. PSG tetap unggul telak 4-0, dan Inter Miami harus menerima kenyataan. Mereka tak pernah diberikan untuk bermain di laga ini.
PSG terlalu dominan untuk skuad Messi dkk. Tim asuhan Luis Enrique tampil seperti mesin Eropa yang sempurna, cepat, presisi, dan mematikan. Joao Neves mencetak dua gol, ditambah gol dari Achraf Hakimi dan satu gol bunuh diri Tomas Aviles sebelum jeda.
Inter Miami seperti tak diberi ruang untuk bernapas, apalagi bermain. Luis Suarez dan Messi, dua nama besar dengan masa lalu emas, terlihat terpaku oleh kecepatan dan energi lawan yang jauh lebih muda dan bertenaga.
Tak heran jika Javier Mascherano, pelatih Miami, sehari sebelumnya mengaku timnya tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini. Namun kenyataannya, mereka memang hanya menjadi figuran dalam pertunjukan klub raksasa Eropa.
Statistik tak pernah berbohong. Messi hanya menyentuh bola 14 kali di babak pertama, kemudian Suarez 17. Dari lini tengah, Sergio Busquets dan Fede Redondo pun nyaris tak bisa mengalirkan bola. PSG mendominasi di segala lini, bahkan tanpa harus tampil di puncak performa mereka.
Ada momen kecil dari Inter, sesekali mereka mencoba menyerang. Sebuah sundulan Messi yang ditepis Donnarumma, beberapa kombinasi serangan balik yang akhirnya kandas. Tapi semua itu hanya secuil dalam satu pertunjukan yang tak pernah berpihak pada mereka.
Babak kedua berjalan layaknya formalitas. Bahkan Hakimi dan Suarez diganti saat jeda, ketika Messi berdiri di menit akhir, bola di depan kaki, kamera tertuju padanya, semua orang tahu bahwa hal ini bukan soal kemenangan atau kekalahan melainkan kenangan. Tentang satu lagi momen dari seorang legenda yang pernah jadi pusat semesta sepak bola.
Tapi hari itu, semesta sudah bergeser. Nama Messi, hanya bisa meninggalkan jejak samar di laga yang tak pernah menjadi miliknya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
