
Kekecewaan para pemain Manchester United. (X/@ManUtd_ID)
JawaPos.com–Nama-nama klub besar dari liga-liga teratas benua biru seperti La Liga, Serie A, dan Liga Inggris, harus absen dari peredaran kompetisi sepak bola Eropa pada musim 2025/2026. Baik Liga Champions, Liga Eropa, maupun Liga Konferensi UEFA.
Performa buruk di liga domestik dan kemerosotan tak terduga terjadi secara mengejutkan dari tim-tim yang biasa difavoritkan mewakili masing-masing liga. Jajaran pemain bintang di jajaran klub ini tidak akan memerlukan paspor mereka selama 12 bulan ke depan untuk bertandang ke stadion negara lain.
Berikut lima klub yang secara rutin bermain di sepak bola Eropa akan absen berlaga di musim depan.
Manchester United
Musim Liga Inggris 2024/2025 tercatat dalam sejarah buruk Manchester United yang kini berada di posisi ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 39 poin. Mereka hanya menang sepuluh kali dengan menyisakan satu pertandingan tersisa musim ini.
Ruben Amorim yang mengambil alih kursi kepala kepelatihan dari Erik Ten Haag sejak November. Dia tidak memberikan dampak positif kepada performa tim di kompetisi domestik. Di Liga Inggris Setan Merah gagal menang dalam delapan pertandingan terakhir.
Hiburan untuk penggemar dan petinggi United datang dari Liga Eropa, dengan Lyon dan Athletic Bilbao berhasil mereka kalahkan dalam perjalanan anak asuhan Amorim menuju final. Namun penampilan mengecewakan mereka dengan kekalahan 1-0 dari Tottenham di laga pamungkas.
Spurs yang sama buruknya di Liga Inggris, merayakan kelolosan mereka ke Liga Champions setelah menjuarai Liga Eropa usai mengalahkan United. Sementara Setan Merah harus terus menderita disepanjang musim ini.
Fokus United saat ini adalah segera melakukan pembangunan ulang skuad di era baru Ruben Amorim yang terus meyakini skema 3-4-2-1 akan membawa klub bermarkas di Old Trafford ini berjaya.
AC Milan
AC Milan yang telah memenangkan tujuh gelar bergengsi Piala Eropa harus tertunduk lesu musim depan karena absen. Mereka akan duduk di kandang sendiri setelah menjalani musim 2024/2025 yang buruk.
Musim ini Milan berganti pelatih pada pertengahan musim dari era kepemimpinan Paulo Fonseca diambil alih Sergio Concecao pada Desember tepat sebelum bursa transfer musim dingin dibuka. Tetapi hasilnya tak jauh beda.
Rossoneri semakin jatuh terpuruk dari masa kejayaan mereka dan saat ini berada di posisi kesembilan Serie A dengan satu pertandingan tersisa. Mereka tak mungkin lagi masuk ke zona Eropa.
Dalam 37 pertandingan Milan hanya menang 17 kali, sembilan kali imbang dan 11 kali menelan kekalahan dengan koleksi 60 poin. Mereka berjarak dua poin dari Bologna dan Fiorentina di peringkat tujuh dan delapan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
