
Thomas Muller yang jalankan laga kandang terakhirnya bersama Bayern Munchen. (fcbayern.com)
JawaPos.com - Bayern Munchen menggelar perpisahan emosional untuk dua pemainnya, Thomas Muller dan Eric Dier, dalam laga kandang terakhir Bundesliga musim 2024/25 melawan Borussia Mönchengladbach pada Sabtu (10/5) malam di Allianz Arena. Keduanya dipastikan akan meninggalkan klub pada akhir musim ini.
Momen perpisahan ini terasa istimewa, terlebih bagi Muller yang sudah menjadi bagian dari Bayern sejak 25 tahun lalu atau sejak tahun 2000. Dalam seremoni sebelum laga, Presiden Herbert Hainer bersama jajaran direksi menyerahkan hadiah sebagai bentuk penghormatan.
Bagi Muller, ini bukan sekadar pertandingan kandang terakhir. Ia adalah legenda hidup Bayern dengan 13 gelar Bundesliga, enam DFB Pokal, dua Liga Champions, dan satu gelar Piala Dunia 2014 bersama Jerman.
Total, Muller tampil sebanyak 750 kali untuk Bayern dengan torehan 248 gol dan 222 assist. Ia menjadi simbol loyalitas dan kejayaan Die Roten selama lebih dari dua dekade.
Muller keluar dari lorong stadion untuk pemanasan terakhirnya di kandang. Jika diperhatikan, langkah-langkahnya seolah membawa beban berat, mencoba menahan gejolak emosinya.
"Menerima trofi Bundesliga terakhirku di laga kandang terakhir bersama Bayern benar-benar menggugah emosi, bahkan untuk seseorang yang sudah berpengalaman seperti aku," ujarnya dalam wawancara kepada fcbayern.com.
Muller sebelum memasuki Allianz Arena tuk yang terakhir kalinya sebagai pemain Bayern Munchen. (fcbayern.com)
Ia pun memasuki Allianz Arena, stadion yang selama ini ia sebut rumah, untuk penampilan ke-355 kalinya di kandang. Stadion seperti terasa bergetar oleh emosi
Saat upacara resmi digelar sebelum kick-off, atmosfer terasa penuh kehangatan. Pelukan dan tepukan penuh rasa hormat diberikan oleh para pendukung dan petinggi klub.
Tifo persembahan dari Suporter Bayern untuk Muller. (fcbayern.com)
Namun sebelum air mata benar-benar menetes, pertandingan pun dimulai. Sepak bola seolah menjadi pelarian Muller dari segala perasaan yang mendesak di dada.
"Sekarang ayo kita main," serunya setelah menerima penghargaan. Ia bermain seperti biasa, berlari, mengatur serangan, dan memberikan segalanya di lapangan.
Baca Juga: Bayern Munchen Singkirkan Barcelona, Arsenal, dan Liverpool dalam Perburuan Nico Williams
Di menit ke-56, ia nyaris mencetak gol, tetapi sayang bola masih belum mau masuk ke gawang. Setelah itu, para suporter bahkan menyanyikan lagu untuknya, "Ayo Muller, cetak gol!"
Saat menit ke-83, angka 25 muncul di papan pergantian. Ia menunduk, menyandarkan tangan di lutut, dan sesaat menunjukkan emosi paling jujurnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
