Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Mei 2026 | 05.53 WIB

Mantan Wasit Heran Handball Joao Neves Tidak Dihukum Penalti, Bayern Munchen Dinilai Digembosi!

Kontroversi handball Joao Neves di laga PSG vs Bayern Munchen memicu perdebatan. (Istimewa) - Image

Kontroversi handball Joao Neves di laga PSG vs Bayern Munchen memicu perdebatan. (Istimewa)

JawaPos.com - Perjalanan Bayern Munchen di Liga Champions resmi berakhir setelah gagal membalikkan keadaan melawan Paris Saint-Germain di Allianz Arena. Hasil imbang 1-1 pada leg kedua membuat PSG melaju ke final dengan agregat 6-5 dan akan menghadapi Arsenal di Budapest akhir bulan nanti.

Gol cepat Ousmane Dembele pada menit ketiga langsung membuat Bayern berada dalam tekanan. Harry Kane sempat mencetak gol penyeimbang di masa tambahan waktu, tetapi itu tidak cukup untuk menyelamatkan tim asuhan Vincent Kompany dari eliminasi yang menyakitkan.

Namun, seperti pada leg pertama di Paris, pertandingan kembali dipenuhi kontroversi keputusan handball yang memancing perdebatan besar.

Salah satu momen paling panas terjadi ketika Nuno Mendes lolos dari kartu kuning kedua di pertengahan babak pertama. Wasit asal Portugal, João Pinheiro, awalnya dianggap akan menghukum bek PSG tersebut setelah lengannya yang terentang menyentuh bola hasil umpan Konrad Laimer.

Alih-alih memberikan pelanggaran kepada Mendes, Pinheiro justru meniup peluit untuk handball Laimer. Keputusan itu membuat para pemain Bayern, termasuk Vincent Kompany di pinggir lapangan, terlihat benar-benar kebingungan.

Belum reda protes tersebut, kontroversi lain muncul hanya beberapa saat kemudian.

Marquinhos melepaskan bola panjang dari area pertahanan PSG yang kemudian mengenai lengan João Neves di kotak penalti. Para pemain Bayern langsung meminta penalti, tetapi wasit kembali membiarkan permainan berlanjut.

Mantan Wasit Bereaksi

Keputusan itu langsung menuai kritik tajam dari mantan wasit DFB, Manuel Gräfe. Lewat akun X Manuel Grafe, ia menilai Bayern Munich jelas dirugikan dan insiden tersebut seharusnya menghasilkan penalti.

“Maaf, tapi ini semua hanya lelucon sekarang… Lengan masuk ke jalur terbang bola & kali ini bahkan terentang sepenuhnya setinggi bahu & juga hanya setelah (!) bola ditendang. Itu sudah 100 persen penalti, tetapi terlebih lagi dalam konteks leg pertama – gila!” tulis Gräfe.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore