
Vincent Kompany menyoroti keputusan wasit usai Bayern Munich tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 6-5 dari PSG di semifinal. (Istimewa)
JawaPos.com - Bayern Munchen harus mengubur mimpi tampil di final Liga Champions setelah kalah agregat 6-5 dari Paris Saint-Germain di semifinal. Pelatih Bayern, Vincent Kompany pun menyindir kinerja wasit di laga ini.
Bermain di Allianz Arena, Die Roten hanya mampu bermain imbang 1-1 pada leg kedua dan gagal membalikkan keadaan.
Laga tersebut kembali dipenuhi kontroversi keputusan wasit yang menjadi bahan perdebatan sepanjang pertandingan. Sejumlah insiden handball dan keputusan krusial lainnya membuat suasana di Allianz Arena memanas, terlebih karena Bayern merasa beberapa keputusan penting tidak berpihak kepada mereka.
Di luar kontroversi tersebut, Bayern juga gagal menunjukkan performa terbaik saat laga penentuan. Beberapa pemain kunci seperti Harry Kane dan Michael Olise dinilai tampil di bawah ekspektasi pada momen yang paling menentukan musim ini.
Melansir Bavarian Football, setelah pertandingan berakhir, pelatih Bayern Vincent Kompany mengakui betapa sulitnya memenangkan Liga Champions. Menurutnya, kompetisi ini sangat ditentukan oleh detail-detail kecil dan satu malam buruk saja bisa menghancurkan seluruh perjalanan sebuah tim.
“Saya tahu betapa sulitnya memenangkan Liga Champions dan betapa bergantungnya hal itu pada detail. Kami akan mencoba segalanya untuk berbuat lebih baik musim depan. Dan saya juga berharap beberapa keputusan [wasit] ini akan menguntungkan kami,” kata Kompany.
Pernyataan tersebut dianggap sebagai sindiran halus terhadap kinerja wasit yang memimpin pertandingan Bayern melawan PSG. Sepanjang dua leg semifinal, memang muncul beberapa keputusan kontroversial yang memicu protes dari kubu Bayern.
Salah satu yang paling disorot adalah insiden handball yang melibatkan Nuno Mendes dan João Neves. Banyak pihak menilai Bayern seharusnya mendapat keuntungan lebih besar dari dua situasi tersebut, termasuk kemungkinan kartu merah untuk Mendes dan penalti akibat handball Neves.
Meski kecewa, Kompany tetap mencoba melihat sisi positif dari perjalanan Bayern musim ini. Ini merupakan pertama kalinya klub kembali mencapai semifinal Liga Champions sejak musim 2023/2024, sebuah tanda bahwa proyek yang sedang dibangun mulai menunjukkan perkembangan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
