Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 April 2025 | 21.09 WIB

Comeback Heroik Aston Villa Tak Cukup, PSG Singkirkan The Villans dari Liga Champions

Aston Villa gagal lolos ke semifinal Liga Champions. (Media Aston Villa) - Image

Aston Villa gagal lolos ke semifinal Liga Champions. (Media Aston Villa)

JawaPos.com–Aston Villa nyaris menciptakan keajaiban di Villa Park saat menjamu Paris Saint-Germain di leg kedua perempat-final Liga Champions. Meski menang 3-2 dalam laga dramatis, The Villans harus tersingkir dengan agregat 4-5.

Ketinggalan dua gol lebih dulu tak membuat Villa menyerah begitu saja di hadapan publik sendiri. Semangat juang luar biasa ditunjukkan pasukan Unai Emery yang tampil agresif dan penuh determinasi sepanjang laga.

Laga berjalan tak ideal bagi Villa saat kesalahan Emiliano Martinez membuat Achraf Hakimi membawa PSG unggul cepat di menit ke-11. Belum sempat bangkit, gawang Villa kembali kebobolan melalui Nuno Mendes di menit ke-27.

Tertinggal 0-2 di laga dan 1-5 secara agregat, tampaknya peluang Villa nyaris habis. Namun, satu gol dari Youri Tielemans di menit ke-34 membuka harapan besar di tengah dukungan fanatik pendukung tuan rumah.

Babak kedua menjadi milik Villa yang tampil tanpa beban dan penuh percaya diri. John McGinn menyamakan skor lewat tembakan roket dari luar kotak penalti, disusul gol Ezri Konsa yang membalikkan keadaan menjadi 3-2.

Villa hanya butuh satu gol lagi untuk memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu, namun keberuntungan tak berpihak. Dua peluang emas gagal dikonversi menjadi gol, salah satunya digagalkan secara luar biasa oleh Gianluigi Donnarumma.

Tendangan bebas Marcus Rashford nyaris membuat Villa menyamakan agregat, tapi Donnarumma menunjukkan kelas sebagai salah satu kiper terbaik dunia. Peluang Marco Asensio yang sempat mengancam juga berhasil dimentahkan.

Kemenangan 3-2 di Villa Park tak cukup untuk membawa Villa ke semifinal karena kalah agregat 4-5 dari raksasa Ligue 1 tersebut. Namun, performa penuh keberanian ini membuktikan Villa layak diperhitungkan di Eropa.

Ini menjadi penampilan perempat-final pertama Aston Villa di Liga Champions sejak 42 tahun silam. Meski gagal melangkah lebih jauh, perjalanan mereka musim ini mencerminkan kebangkitan sebuah tim tradisional Inggris yang mulai menemukan jati diri.

Villa Park berubah menjadi panggung emosional yang menyulut semangat para pemain. Spanduk tentang kejayaan 1982 dan nyanyian pendukung memberi energi luar biasa sepanjang laga.

Ezri Konsa menjadi simbol semangat juang Villa dengan mencetak gol penting di babak kedua. Bek Inggris itu menegaskan timnya bermain dengan penuh keyakinan dan kebanggaan.

Dalam wawancara pasca-laga, Konsa mengaku Villa hanya kurang sedikit keberuntungan. Tim sudah memberikan segalanya dan pantas mendapat hasil lebih dari sekadar kemenangan moral.

“Saya sangat bangga dengan rekan-rekan dan apa yang kami lakukan. Kami menunjukkan keyakinan dan karakter luar biasa untuk bangkit kembali. Kami memenangkan leg kedua, tapi itu tidak cukup,” kata Ezri Konsa, mencerminkan semangat tim meski tersingkir.

“Saat jeda, kami merasa tak ada ruginya. Kami ingin tampil dan membuktikan sesuatu. Kami punya peluang – saya pikir saya mencetak gol yang paling sulit. Saya rasa kami sudah berbuat maksimal,” ujar dia, merujuk pada golnya yang membantu Villa memimpin 3-2 di laga tersebut.

Dia juga menyoroti penampilan gemilang Donnarumma yang menggagalkan peluang-peluang emas Villa. Konsa menegaskan penampilan mereka malam itu menunjukkan Villa mampu bersaing di level tertinggi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore