Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Maret 2025 | 21.55 WIB

Kontroversi VAR! Penalti Alvarez Dianulir, Atletico Madrid Tersungkur di Depan Real Madrid

Julian Alvarez kecewa setelah gol penaltinya dianulir VAR, membuat Atletico Madrid tersingkir dari Liga Champions. (@atleticodemadrid)

 

JawaPos.com - Atletico Madrid harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions setelah kalah dramatis dalam adu penalti melawan rival sekota mereka, Real Madrid, di Wanda Metropolitano. Laga yang berlangsung sengit ini berakhir dengan skor agregat 2-2 setelah leg pertama pekan lalu, memaksa kedua tim bertarung hingga babak adu penalti.

Atletico sempat menyamakan kedudukan lewat gol Conor Gallagher, membuat skor agregat 2-2 setelah leg pertama. Namun, baik di waktu normal maupun perpanjangan waktu, kedua tim tidak mampu mencetak gol tambahan, sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu penalti. Real Madrid memiliki rekor bagus dalam adu penalti melawan Atletico, setelah memenangkan lima pertemuan sebelumnya dalam berbagai kompetisi.

Kylian Mbappe menjadi eksekutor pertama bagi Real Madrid dan sukses menjalankan tugasnya. Alexander Sorloth kemudian mencetak gol balasan untuk Atletico. Jude Bellingham membawa Real kembali unggul, dan momen kontroversial pun terjadi saat Julian Alvarez melangkah untuk mengeksekusi penalti.

Alvarez, mantan striker Manchester City, sempat terpeleset sebelum menendang bola. Bola pun meluncur ke dalam gawang, dan para pemain serta suporter Atletico merayakan keberhasilan itu. Namun, sebelum Federico Valverde mengambil tendangan berikutnya untuk Real Madrid, wasit Szymon Marciniak menerima panggilan dari VAR dan memutuskan untuk menganulir gol Alvarez.

Keputusan itu memicu protes keras dari Atletico Madrid. Tayangan ulang tidak memberikan bukti jelas apakah Alvarez benar-benar menyentuh bola dua kali. Namun, menurut pakar aturan FIFA dari CBS Sports, Christina Unkel, teknologi yang digunakan dalam VAR memungkinkan keputusan ini dibuat dengan lebih akurat.

"Aturan ini jelas dan tegas, jika bola disentuh dua kali, maka penalti dinyatakan tidak sah," ujar Unkel.

Salah satu teknologi yang kini menjadi sorotan adalah penggunaan semi-otomatis offside yang tidak hanya membantu wasit dalam menentukan posisi offside, tetapi juga mendeteksi sentuhan bola secara lebih akurat.

 "VAR menggunakan teknologi semi-otomatis offside, yang memungkinkan mereka mendeteksi momen bola disentuh dengan lebih akurat. Meskipun tidak ada chip di dalam bola seperti yang digunakan di Piala Dunia, teknologi ini tetap memberikan data tambahan yang dapat digunakan VAR untuk mengonfirmasi sentuhan," tambahnya.

Teknologi ini menggunakan sekitar 26 kamera yang melacak pergerakan pemain serta bola, memungkinkan VAR untuk menentukan kapan dan bagaimana bola disentuh.

Unkel juga menambahkan bahwa VAR tidak hanya mengandalkan rekaman video tetapi juga sensor sentuhan pada bola untuk memastikan keputusan yang diambil benar-benar akurat.

Setelah keputusan dibuat, Valverde dengan tenang menjalankan tugasnya dan mencetak gol untuk Real Madrid. Ketika Marcos Llorente gagal mencetak gol dan hanya mengenai mistar gawang, Antonio Rudiger menjadi penentu kemenangan dengan mengeksekusi penalti terakhir. Meski Jan Oblak nyaris menggagalkan tendangan Rudiger, bola tetap masuk dan memastikan kemenangan Real Madrid.

Kemenangan ini memastikan Real Madrid melaju ke perempat final Liga Champions, di mana mereka akan menghadapi Arsenal. The Gunners sebelumnya memastikan tempat mereka di babak delapan besar setelah menyingkirkan PSV Eindhoven dengan agregat 9-3.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore