Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juli 2024 | 18.02 WIB

Skandal Rasisme La Albiceleste Makin Keruh Setelah Wakil Menteri Dipecat Akibat Desak Messi Minta Maaf

Kapten timnas Argentina, Lionel Messi. (Instagram/@leomessi) - Image

Kapten timnas Argentina, Lionel Messi. (Instagram/@leomessi)

JawaPos.com — Kantor Kepresidenan Argentina memecat Wakil Menteri Olahraga Nasional, Julio Garro, setelah dia menuntut Lionel Messi untuk meminta maaf atas skandal rasis yang melibatkan Enzo Fernandez. Kabar pemecatan ini disampaikan langsung oleh Kantor Kepresidenan Argentina pada Rabu (17/7).

“Tidak ada pemerintah yang dapat menentukan apa yang harus dikomentari, apa yang harus dipikirkan, atau apa yang harus dilakukan terhadap Tim Nasional Argentina, Juara Dunia dan Juara Olimpiade Dua Kali Amerika, atau warga negara lainnya. Karena alasan ini, Julio Garro berhenti menjadi Wakil Menteri Olahraga Nasional,” demikian bunyi pernyataan resmi dari Kantor Kepresidenan.

Pemecatan Garro ini terjadi setelah Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengumumkan pada Selasa (16/7) bahwa mereka akan mengajukan gugatan kepada FIFA terkait video yang menampilkan sejumlah pemain Timnas Argentina menyanyikan lagu yang mengejek pemain kulit hitam di Timnas Prancis. Video tersebut berasal dari siaran langsung Instagram Enzo Fernandez saat merayakan kemenangan di dalam bus usai menjuarai Copa America dengan mengalahkan Kolombia 1-0 pada Senin (15/7).

Nyanyian yang melecehkan ini sebenarnya sudah pernah muncul saat Piala Dunia 2022 ketika Argentina mengalahkan Prancis pada laga final di Qatar. Namun, kali ini, insiden tersebut kembali mencuat dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

Enzo Fernandez, yang menjadi sorotan utama dalam video tersebut, telah meminta maaf atas tindakannya. Meski demikian, kritik keras tetap datang, terutama dari beberapa rekan setimnya di Chelsea yang berasal dari Prancis.

Kritik atas tindakan Enzo Fernandez tidak hanya datang dari luar negeri. Julio Garro, Wakil Menteri Olahraga Nasional, juga secara terbuka berbicara mengenai masalah ini. Dia meminta Lionel Messi sebagai kapten tim nasional Argentina untuk meminta maaf atas tindakan rekan setimnya. Garro berpendapat bahwa sebagai kapten, Messi memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini dan menunjukkan sikap yang tepat.

Namun, perlu diketahui bahwa Messi tidak berada di dalam bus saat insiden tersebut terjadi. Messi sedang berada di Miami untuk menjalani perawatan cedera, sehingga tidak terlibat langsung dalam perayaan di dalam bus. Meski demikian, Garro tetap mendesak Messi untuk meminta maaf, yang kemudian menjadi pernyataan kontroversial.

“Saya pikir kapten tim nasional harus keluar dan meminta maaf atas situasi ini, sama seperti Presiden AFA, saya pikir itu pantas,” kata Garro kepada Urbana Play. Beberapa jam setelah pernyataannya tersebut, Garro membantah perkataannya itu melalui media sosial X. Namun, pernyataan tersebut sudah terlanjur menyebar dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

Kantor Kepresidenan Argentina secara terbuka melaporkan bahwa Garro telah dicopot dari jabatannya hanya sepuluh hari sebelum dimulainya Olimpiade. Dalam pernyataan resminya, Garro mengucapkan terima kasih kepada Presiden Argentina atas kepercayaan yang diberikan selama dia menjabat sebagai Wakil Menteri Olahraga Nasional.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden @JMilei atas kepercayaan yang mengizinkan saya menjadi bagian dari tim kerjanya, @GAFrancosOk dan @danielscioli atas kerja yang telah kita lakukan bersama selama beberapa bulan ini, dan @mauriciomacri yang selalu mengingat saya,” tulis Garro di akun X.

“Saya sangat menyesal jika komentar saya menyinggung seseorang, itu tidak pernah menjadi niat saya, itulah sebabnya saya menyatakan pengunduran diri saya, meskipun saya akan selalu berada di sisi lain dari diskriminasi dalam segala bentuknya. Terima kasih kepada seluruh staf Sekretariat CeNARD dan Enard karena berbagi mimpi bersama. Saya menyampaikan harapan saya untuk sukses kepada Pemerintah di jalur transformasi ini dan kepada semua atlet Olimpiade dan Paralimpiade yang akan mewakili kita sebagai atlet di hadapan dunia di Paris 2024.”

Pemecatan Julio Garro semakin memperkeruh suasana di Argentina yang tengah berjuang untuk membersihkan nama baiknya di kancah internasional. Tindakan rasisme yang dilakukan oleh Enzo Fernandez dan para pemain Argentina lainnya saat merayakan keberhasilan mereka menjuarai Copa America 2024 telah mencoreng citra negara tersebut. Insiden ini juga menyoroti masalah rasisme yang masih menjadi masalah serius di dunia sepak bola, yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan persatuan.

Reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), menunjukkan bahwa tindakan rasisme tidak akan ditoleransi. FFF tidak hanya melayangkan protes kepada FIFA, tetapi juga berencana membawa kasus ini ke ranah hukum.

Philippe Diallo, Presiden FFF, dengan tegas mengutuk pernyataan rasis dan diskriminatif yang dilontarkan oleh para pemain Argentina. “Presiden FFF memutuskan untuk langsung menentang rekan Argentina-nya dan FIFA, serta mengajukan keluhan hukum atas pernyataan yang bersifat menghina, rasis, dan diskriminatif,” kata Diallo dalam sebuah pernyataan resmi.

Di sisi lain, Chelsea sebagai klub yang menaungi Enzo Fernandez juga tidak tinggal diam. Mereka mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk semua bentuk aksi rasisme dan menyatakan bahwa mereka sedang melakukan investigasi internal terkait insiden ini.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore