
MURKA: Tuan rumah Amerika Serikat akan tampilkan permainan terbaiknya untuk bisa menang di laga perdana kontra Bolivia di Copa America 2024. (Vidio)
JawaPos.com — Pertandingan pembuka Grup C Copa America 2024 antara Amerika Serikat melawan Bolivia akan menjadi tontonan menarik yang tidak boleh dilewatkan. Laga ini dijadwalkan berlangsung pada Senin (24/6) pagi pukul 05.00 WIB di Stadion AT&T, Texas, Amerika Serikat.
Bagi para penggemar sepak bola yang ingin menyaksikan pertandingan ini, siaran langsung dapat disaksikan melalui Indosiar serta layanan streaming Vidio.
Sebagai tuan rumah Copa America 2024, Amerika Serikat bertekad segera mendapatkan kemenangan di laga pembuka. Di atas kertas, Bolivia relatif menjadi tim terlemah di Grup C, sehingga The Yanks akan memanfaatkan laga perdana ini untuk membuka peluang lolos ke perempat final.
Amerika Serikat, yang saat ini menempati peringkat 11 dunia, adalah tim dengan peringkat tertinggi di Grup C. Pesaing mereka di grup ini adalah Uruguay (peringkat 14), Panama (peringkat 43), dan Bolivia (peringkat 84). Dari keempat tim ini, hanya dua tim teratas di Grup C yang berhak melaju ke fase knock-out.
Meskipun Bolivia dianggap sebagai tim yang paling tidak diunggulkan, mereka tentu ingin memberikan persaingan yang ketat. La Verde tercatat belum pernah lolos ke fase gugur dalam tiga edisi beruntun, atau sejak Copa America 2016. Kembali ke tanah Amerika Serikat, Bolivia ingin memutus tren buruk yang sudah mereka alami selama delapan tahun terakhir.
Pertandingan pembuka Grup C ini bukan sekadar ajang untuk mendapatkan poin perdana bagi Amerika Serikat. Lebih dari itu, tim asuhan Gregg Berhalter ini ingin memutus tren negatif yang mereka alami. Sejak mengalahkan Ghana 4-0 pada Oktober 2023, The Yanks belum pernah meraih kemenangan melawan tim dari luar konfederasi CONCACAF.
Setelah Oktober 2023, Amerika Serikat telah melakoni tujuh laga internasional FIFA, dengan tiga di antaranya melawan tim dari benua lain. Hasilnya, The Yanks mengalami dua kekalahan dan satu hasil imbang dalam tiga pertandingan tersebut. Kekalahan pertama terjadi melawan Slovenia (0-1), kemudian mereka tumbang dari Kolombia (1-5), dan bermain imbang melawan Brasil (1-1).
Kekalahan telak 1-5 atas Kolombia pada Juni 2024 menjadi catatan khusus bagi The Yanks. Kekalahan ini menjadi kali pertama mereka kebobolan lima gol sejak terakhir kali mereka takluk di final CONCACAF Gold Cup 2009 melawan Meksiko. Beruntungnya, Amerika Serikat mampu bangkit dengan menahan imbang Brasil 1-1 dalam uji coba terbaru. Hasil ini dianggap positif mengingat Brasil adalah salah satu tim unggulan di Copa America 2024.
Hasil imbang melawan Brasil membuka kembali keyakinan Amerika Serikat untuk bersaing dengan tim-tim elit, termasuk melawan Uruguay di laga terakhir Grup C nanti.
Pelatih Gregg Berhalter berharap anak asuhnya dapat terus mematangkan diri dan tampil solid di lapangan. "Kami telah banyak berbicara tentang melakukannya (bersaing) dan bagi kami, yang terpenting adalah performa, tampil di lapangan dan tampil solid sehingga Anda dapat menempatkan diri pada posisi yang tepat untuk maju dan menang,” kata Berhalter.
Copa America 2024 menjadi ujian bagi Amerika Serikat untuk terus mengasah kemampuan mereka. Dua tahun mendatang, The Yanks akan bertindak sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko. Persiapan matang di turnamen ini tentu akan menjadi modal berharga bagi mereka.
Di sisi lain, Bolivia juga ingin memutus tren negatif mereka. La Verde mencatatkan tiga kekalahan beruntun selama uji coba pada Juni 2024. Mereka masing-masing tumbang dari Meksiko (0-1), Ekuador (0-3), dan Kolombia (0-3). Alhasil, Bolivia kebobolan tujuh gol tanpa sekali pun mencetak gol dalam tiga laga tersebut.
Meskipun demikian, Bolivia tidak berkecil hati. Kiper La Verde, Carlos Lampe, menyatakan bahwa timnya siap untuk bersaing dan berharap dapat meraih hasil positif melawan Amerika Serikat. “Saya tidak merasa kalah dengan siapapun, saya tidak mau kalah, kami ingin mendapatkan hasil yang baik dan maju,” kata Lampe.
Amerika Serikat diprediksi akan segera menurunkan skuad terbaik mereka. Pemain andalan seperti Christian Pulisic dari AC Milan dan Timothy Weah dari Juventus akan menjadi motor serangan The Yanks. Dari lini tengah, gelandang Milan Yunus Musah dan Weston McKennie dari Juventus juga berpotensi menjadi pengatur aliran bola.
Sementara itu, skuad Bolivia sebagian besar terdiri dari pemain liga domestik. Namun, ada beberapa pemain abroad yang bisa diandalkan, seperti Roberto Fernandez yang bermain di Liga Rusia bersama Baltika Kaliningrad, Gabriel Villamil dari LDU, dan Miguel Terceros dari Santos.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
