Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Februari 2022 | 03.02 WIB

Pesepak Bola Brasil di Liga Ukraina Minta Bantuan Segera Dievakuasi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Sejumlah pesepak bola Brasil yang bermain di Liga Ukraina memohon bantuan evakuasi untuk meninggalkan negara itu setelah Rusia secara resmi melakukan invasinya. Para pemain itu mengatakan bahwa invasi Rusia telah membuat mereka terdampar di sebuah hotel di Kyiv tempat mereka mencari perlindungan.

"Tidak ada bahan bakar, perbatasan ditutup, wilayah udara ditutup. Tidak ada cara bagi kami untuk keluar," kata bek tengah Shakhtar Donetsk, Marlon, dalam satu tayangan video yang diunggah di media sosial seperti dilaporkan AFP.

"Kami di sini bersama keluarga menginap di hotel karena situasi dan kami meminta bantuan pemerintah Brasil. Itu sebabnya kami membuat video ini," tambah Marlon, salah satu dari 13 pemain Brasil yang bermain untuk Shakhtar, salah satu klub teras di Ukraina.

Video tersebut menunjukkan sekitar 20 orang, termasuk keluarga para pesepak bola, tengah duduk dan berdiri di sebuah kamar di suatu hotel.

Semua pesepak bola itu bermain untuk Shakhtar dan Dynamo Kyiv. Kelompok itu termasuk David Neres yang baru-baru ini menandatangani kontrak dengan Shakhtar setelah digaet dari klub Belanda, Ajax.

"Kami merasa ditinggalkan, kami tidak tahu harus berbuat apa," kata salah satu pemain yang duduk di sofa bersama anak-anak mereka,sementara lainnya berdiri di belakangnya.

"Kami berlindung ke sini bersama anak-anak kami. Tapi, kami bahkan tidak tahu apakah akan ada makanan untuk dimakan," imbuh dia.

Sementara itu, Kedutaan Brasil di Kyiv mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya tetap buka dan akan bekerja untuk memastikan perlindungan bagi sekitar 500 warga negara Brasil di Ukraina seraya meminta mereka untuk tetap melakukan kontak setiap hari.

Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina, Kamis (24/2), menewaskan ratusan orang saat serangan udara menghantam instalasi militer dan pasukan darat bergerak dari utara, selatan, dan timur.

Shakhtar, yang sering berlaga di Liga Champions dan memenangkan Piala UEFA 2009, pindah dari Donetsk ke Kyiv pada 2014 ketika pemberontakan separatis pro-Rusia meletus di wilayah timur. Stadion ultra-modernnya, Donbass Arena, dibom pada tahun yang sama.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore