Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 April 2026 | 00.10 WIB

Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia Dilakukan Bertahap hingga Akhir Tahun, Pertimbangkan Ketersediaan Storage

Kilang RU IV Cilacap PT Kilang Pertamina Internasional Subholding Refining & Petrochemical PT Pertamina (Persero), Jawa Tengah, 18 Oktober 2025. (Estu Suryowati/JawaPos.com) - Image

Kilang RU IV Cilacap PT Kilang Pertamina Internasional Subholding Refining & Petrochemical PT Pertamina (Persero), Jawa Tengah, 18 Oktober 2025. (Estu Suryowati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan komitmen mengimpor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026.

“Impornya akan dilakukan secara bertahap,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4).

Yuliot menyampaikan impor minyak sebesar 150 juta barel tidak bisa dilakukan secara sekaligus, sebab memerlukan storage atau fasilitas penyimpanan minyak di dalam negeri.

Nantinya, minyak yang diimpor dari Rusia tidak hanya untuk kebutuhan mobilitas masyarakat, melainkan juga untuk kegiatan industri, tambang, serta bisa didistribusikan untuk bahan baku petrokimia bila dibutuhkan.

“Untuk pemenuhan kebutuhan sampai akhir tahun. 150 juta barel,” ucap Yuliot.

Meskipun demikian, komitmen Indonesia untuk mengimpor minyak mentah dari Amerika Serikat (AS) juga masih berlangsung. Ia menyampaikan kebutuhan minyak Indonesia per harinya sekitar 1,6 juta barel, sedangkan produksi minyak Indonesia berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

“Berarti kita impor sekitar 1 juta barel, kurang lebih. Kalau dikalkulasikan (sepanjang tahun) 150 juta itu juga kurang. Kita mencari tambahan dari negara-negara lain, termasuk yang dari Amerika,” ucap Yuliot.

Diwartakan sebelumnya, Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan Indonesia mendapat komitmen 150 juta barel minyak dari Rusia dengan harga khusus, hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.

Dalam pertemuan tersebut, tutur Hashim, mulanya Rusia menyetujui untuk segera mengirim 100 juta barel minyak ke Indonesia dengan harga khusus.

Apabila Indonesia masih membutuhkan tambahan, kata Hashim, maka Rusia akan menambah pasokan sebesar 50 juta barel minyak untuk Indonesia menghadapi gejolak ekonomi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore