Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Oktober 2023 | 18.37 WIB

Pertahanan Rapuh Timnas Italia,Sisi Negatif Spalletti yang Suka Bek Tinggi

 

Gelandang Inggris Jude Bellingham terpaksa ditekling bek kanan Italia Giovanni Di Lorenzo setelah lolos dari dua bek tengah Italia, Francesco Acerbi (kiri) dan Giorgio Scalvini.

JawaPos.com - Terjadinya gol kedua dan ketiga Inggris yang diciptakan masing-masing oleh wide attacker Marcus Rashford (57’) dan bomber Harry Kane (77’) membuktikan kelemahan Italia selama kualifikasi Euro 2024. Yakni, pertahanan rapuh. Apalagi, skema serangan balik Inggris bagus.

Gol Kane, misalnya. Kapten The Three Lions itu berlari dari tengah lapangan dan kemudian mengelabui duet bek tengah Gli Azzurri, Giorgio Scalvini dan Alessandro Bastoni, sebelum menaklukkan kiper Gianluigi Donnarumma.

’’Mengalami serangan balik merupakan hal yang normal tersaji ketika Anda bermain di Eropa. Khususnya menghadapi tim dengan level fisik yang baik,’’ ungkap allenatore Italia Luciano Spalletti kepada Tuttosport.

Pernyataan Spalletti yang memuji fisik pemain Inggris seperti menyangkal ada masalah dengan pertahanan Italia. Padahal, seperti diulas Tutto Napoli, kebijakan Spalletti terkait dengan pemilihan bek tengah Italia memberi andil rapuhnya benteng Gli Azzurri.

Pelatih yang membawa SSC Napoli meraih scudetto Serie A musim lalu itu menggemari bek tengah berpostur tinggi. Francesco Acerbi, Alessandro Bastoni, Gianluca Mancini, Federico Gatti, dan bek 19 tahun Giorgio Scalvini berpostur 190 sentimeter ke atas.

Tidak ada masalah dengan bek berpostur tinggi. ”Asalkan diimbangi dengan kecepatan,” tulis Tutto Napoli.

Di Napoli musim lalu, Spalletti juga mengandalkan bek berpostur tinggi, Kim Min-jae (190 sentimeter) dan Amir Rrahmani (192 sentimeter). Beruntung, Kim memiliki kecepatan lumayan.

Seiring gawang Donnarumma dibobol tiga kali oleh Inggris, Italia sudah kemasukan 7 gol dari 6 kali penampilan selama kualifiksi Euro 2024. Secara sederhana, rata-rata gawang Italia kebobolan setiap laga. Dalam tiga dekade terakhir, belum pernah ada juara bertahan Euro yang melakoni kualifikasi dengan kebobolan sampai 7 kali dalam enam laga.

”Jika ingin lolos (putaran final Euro 2024, Red), Italia harus tampil seperti Italia. Memiliki pertahanan solid yang membuat lawan frustrasi,” tutur Acerbi, bek Italia asal Inter Milan, kepada Rai Sport

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore