
Xabi Alonso Pelatih Bayern Leverkusen.
JawaPos.com - Xabi Alonso tentu bukan sosok asing di dunia olahraga utamanya sepak bola kelas dunia.
Semasa bermain, Xabi Alonso adalah gelandang top dunia dengan segudang prestasi.
Bermula dari Real Sociedad sebagai tempatnya menimba ilmu sepak bola, karir Xabi pun melesat melintasi klub besar Eropa Liverpool, Real Madrid, dan Bayern Muenchen.
Saat menjadi pemain, Xabi Alonso meraih gelar UCL bersama Liverpool dalam final yang monumental di Istanbul menghadapi AC Milan, UCL dan La Liga bersama Real Madrid, dan tiga gelar Bundesliga bersama Bayern Muenchen, hingga gelar bergengsi lainnya.
Catatan di Timnas Spanyol juga cemerlang, Xabi Alonso adalah bagian dari skuad Spanyol saat menjadi juara piala dunia 2010 di Afrika Selatan dan juara Euro edisi 2008 dan 2012.
Mantan pemain Timnas Spanyol itu, pernah bermain di bawah asuhan Jose Mourinho di Real Madrid, Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola Bayern Muenchen, dan Rafael Benitez di Liverpool.
Baca Juga: Susul Ben Doak, Kostas Tsimikas Sepakati Perpanjangan Kontrak dengan Liverpool
Bersama Timnas Spanyol, Xabi pernah dibesut oleh Luis Aragones saat Juara Euro 2008 dan di bawa kepemimpinan Vicente del Bosque saat Juara Piala Dunia 2010 dan Euro 2012. Xabi semasa bermain menimba ilmu dengan juru taktik hebat yang membentuknya menjadi seorang pelatih.
Mengutip dari sportbild, Pria berusia 41 tahun itu pernah mengatakan tentang salah satu pelatihnya tersebut, Ia menaruh kekaguman terhadap kepelatihan Pep Guardiola.
"Saya sangat penasaran untuk mengetahui rahasia Guardiola. Dia memiliki antusiasme alami, seorang selalu bersemangat tanpa henti. Musim sepak bola memang panjang, tapi Pep tidak pernah terlihat lelah hingga akhir." Ujar Xabi Alonso.
Karir Kepelatihan Xabi Alonso
Setelah pensiun Xabi memulai karir kepelatihannya. Memulai dari pelatih junior bersama Real Madrid junior pada 28 Agustus 2018. Hanya semusim melatih Real Madrid Xabi melanjutkan karirnya bersama Real Sociedad B.
Bersama Real Sociedad B sebagai pelatih, Xabi menjalani 98 laga dengan torehan 40 kemenangan, 23 imbang, dan 35 kekalahan. Dari sinilah bakat melatih Alonso tercium oleh berbagai klub.
Pada 5 Oktober 2022 Xabi dipinang oleh Bayern Leverkusen. Dia ditunjuk saat kondisi klub terjerembab di posisi 17 klasemen dengan hanya mampu meraih 1 kemenangan dari 8 laga.
Baca Juga: Atletico Madrid 3-1 Real Madrid: Ketika 'Mantan' Menghancurkan Tanpa Beban!
Dalam laga debutnya mantan pemain Liverpool itu berhasil membawa Leverkusen menang dengan skor meyakinkan 4-0 atas Schalke. Dalam laga itu timnya menguasai 60 persen penguasaan bola dengan total umpan 574 kali.
Filosofi yang Xabi anut saat melatih tak lepas dari pengalamannya selama bermain, sebagai gelandang yang menjadi nyawa permainan.
"Saya adalah seorang gelandang, jadi saya menyukai kontrol dan saya ingin tim saya mengontrol permainan, memainkan sepak bola yang bagus, aktif dengan bola, dan tidak menunggu. mereka harus berani, proaktif, dan menemukan sesuatu." Ungkap Xabi tentang permainan yang dia inginkan
Sejak kedatangannya di Bayern Leverkusen, Xabi berhasil mengerek posisi Die Werkself dari posisi 17 ke posisi 6 di akhir musim dan berhasil membawa timnya ke semifinal Liga Europa. ia memperkenalkan sepak bola atraktif, menghibur, dan menghasilkan.
Dalam 44 laganya di musim lalu, Xabi mencatat 23 menang, 11 imbang, dan 10 kalah dengan total perolehan poin 1,82 per pertandingan.
Memasuki musim baru bersama Bayern Leverkusen, Xabi memulainya dengan impresif. Dia dan timnya bermain tanpa cela dan bertengger bersama Bayern Muenchen di posisi atas klasemen.
Baca Juga: Michail Antonio Terkena Batunya Usai Sesumbar Sebelum Laga Melawan Liverpool
Die Werkself berhasil meraih 4 kali menang dan 1 kali imbang dari 5 laga awal Bundesliga dan mengantongi 13 poin. Memulai parade Liga Europa musim ini dengan positif dengan mengalahkan BK Haecken 4-0, dan menang 8 gol tanpa balas di DFB Pokal.
Xabi Alonso menunjukkan tanda-tanda positif dalam karir kepelatihannya di awal musim ini dan menunjukkan kesiapan untuk berada dalam perebutan persaingan juara.
Masih terlalu dini untuk menilai siapa yang akan menjadi juara dan sejauh apa kiprah yang mampu dilakukan Bayern Leverkusen, tetapi Xabi Alonso berhasil menunjukkan falsafah, gaya permainan atraktif, dan keindahan taktikal yang ditampilkan lewat permainan anak asuhnya bahwa dia bisa menjadi pelatih top di masa depan.
***

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
