
Tangkapan layar video kapal kargo Thailand terbakar setelah mendapat serangan di Selat Hormuz. (gCaptain).
JawaPos.com - Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah Iran melontarkan ancaman keras terhadap kapal-kapal militer Amerika Serikat (AS) yang dianggap bertindak agresif di jalur pelayaran vital tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah langkah terbaru Presiden AS, Donald Trump, yang mengumumkan operasi pengawalan kapal bertajuk 'Project Freedom'.
Pemerintah AS pada Senin (4/5) waktu setempat membantah klaim Iran yang menyebut telah menyerang kapal perang Amerika. Washington menegaskan tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena serangan, meski situasi di kawasan semakin tegang akibat saling klaim dari kedua pihak.
Di sisi lain, mengutip NBC, Teheran menunjukkan sikap konfrontatif dengan merilis peta baru wilayah kontrolnya di Selat Hormuz serta mengeluarkan sejumlah peringatan keras. Militer Iran mengklaim telah mencegah kapal perusak AS memasuki area tersebut.
“Dengan peringatan tegas dan cepat dari Angkatan Laut Republik Islam, masuknya kapal perusak musuh Amerika-Zionis ke sekitar Selat Hormuz berhasil dicegah. Rincian lebih lanjut akan diumumkan kemudian,” demikian pernyataan resmi yang dikutip media semi-resmi Tasnim.
Media pemerintah Iran bahkan mengklaim dua rudal telah menghantam kapal AS di dekat pintu masuk selat. Namun klaim ini langsung dibantah oleh militer AS.
Baca Juga:Iran Disebut Berhasil Hancurkan 16 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Washington Malu Mengakui
Seorang pejabat AS juga menyatakan kepada NBC News bahwa tidak ada kapal AS yang ditolak masuk ke Selat Hormuz oleh Iran. Bahkan, operasi pengawalan kapal telah mulai dijalankan sebagai bagian dari misi baru Washington.
Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa setiap kekuatan militer asing, terutama AS, yang mencoba mendekati atau memasuki Selat Hormuz akan menghadapi serangan langsung.
“Kami memperingatkan bahwa setiap kekuatan bersenjata asing, khususnya militer agresif Amerika, jika berniat mendekati atau memasuki Selat Hormuz, akan menjadi sasaran serangan,” ujar Mayor Jenderal Pilot Ali Abdollahi dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB.
Peringatan serupa juga disampaikan oleh Garda Revolusi Iran. Juru bicaranya, Hossein Mohebbi, menegaskan bahwa kapal yang melanggar aturan Teheran akan dihentikan dengan kekuatan penuh.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
