Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Juli 2018 | 14.18 WIB

Suporter yang Bikin Ricuh, Ponsel Jurnalis yang Dirampas Keamanan

Kericuhan mewarnai laga PSMS Medan versus PSM Makassar di Stadion Teladan Kota Medan, Senin (23/7) malam. - Image

Kericuhan mewarnai laga PSMS Medan versus PSM Makassar di Stadion Teladan Kota Medan, Senin (23/7) malam.

JawaPos.com - Kemenangan PSMS Medan atas PSM Makassar 'disambut' dengan kericuhan. Insiden ini pecah sesaat setelah pertandingan PSMS melawan PSM berakhir dengan skor 3-1, di Stadion Teladan Kota Medan, Senin (23/7) malam.


Hingga kini belum diketahui apa penyebab kericuhan di dalam stadion. Saat pertandingan selesai, salah satu kelompok suporter mencoba masuk ke lapangan dan melakukan aksi anarkis. Beberapa papan iklan di pinggir lapangan juga dirusak suporter.


Repotnya, personel kepolisian yang harusnya bisa meredam kericuhan justru ikut terpancing emosi. Akibatnya situasi justru kian memanas. Aksi saling lempar pun tak dapat dielakkan antara keamanan dengan suporter.


Situasi semakin panas saat polisi mengepung para suporter. Beberapa oknum polisi terlihat sempat melayangkan pukulan kepada para suporter yang dianggap sebagai provokator. Polisi juga sempat menembakkan gas air mata ke arah suporter.


Ironisnya, dua jurnalis yang meliput kerusuhan itu ikut menjadi sasaran polisi. Tampaknya pihak keamanan tidak senang aksi anarkis itu direkam dengan telepon seluler milik jurnalis.


"Hapus itu, saling menghargai profesi kita ya," kata salah satu petugas yang tidak diketahui namanya.


Tak hanya dipaksa menghapus video yang direkamnya, ponsel jurnalis tersebut pun langsung dirampas oknum petugas keamanan dari kepolisian.


Salah seorang jurnalis yang menjadi korban menyesalkan kejadian itu. Jurnalis yang menolak namanya disebut demi alasan keamanan itu kecewa dengan tindakan kepolisian yang seakan tidak tahu tugas jurnalis.


"Kita kecewa dengan sikap puluhan petugas yang mirip dengan preman. Tugas pers itu melaporkan kejadiaan yang riil di lapangan tanpa ada rekayasa," sebut salah satu pentolan media nasional.


Polisi akhirnya bisa meredam situasi setelah para penonton keluar dari lapangan. Beberapa anggota TNI juga ikut melakukan pengamanan agar situasi tidak semakin panas.


Sinyal kerusuhan memang sudah terjadi sejak pertandingan masih berlangsung. Kelompok suporter PSMS sempat menyalakan flare dan petasan di tengah jalannya pertandingan. Namun, hal tersebut tidak segera dilakukan antisipasi oleh pihak keamanan.

Editor: Agus Dwi W
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore