Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 April 2018 | 19.33 WIB

200 Proyek Infrastruktur Tunggu Giliran Naik Lelang

Ilustrasi proyek Infrastruktur - Image

Ilustrasi proyek Infrastruktur

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, terus mengebut Persiapan administrasi proyek-proyek infrastruktur yang telah mendapat jatah dana pada tahun anggaran 2018 ini. Pasalnya, ada 200 lebih proyek infrastruktur Kota Malang yang masih antre proses lelang sebelum masuk pengerjaan pembangunan fisik hingga triwulan kedua ini.


"Saat ini lelang masih proses di ULP. Untuk diupload ke sistem lelang elektronik kan harus mengantre," ujar Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso, Minggu (15/4).


Pria yang akrab disapa Sony itu mengatakan, pada triwulan pertama 2018 lalu, pihaknya telah melakukan persiapan administrasi proyek sebelum naik lelang. Misalnya pembuatan detail engineering design (DED) untuk sejumlah proyek infrastruktur.


"Kalau lelang langsung berjalan dan bisa selesai akhir April ini, perkiraan di awal Mei sudah bisa mulai pembangunan," terangnya.


Meski demikian lanjut Sony, sebagian kegiatan yang menggunakan skema penunjukan langsung (PL) sudah mulai dilakukan. Misalnya kegiatan pemeliharaan rutin, perbaikan insidentil, hingga tambal sulam jalan dan drainase. Sebab, jika menggunakan sistem PL, pengerjaan tidak perlu lelang karena nilai proyeknya kurang dari Rp 200 juta.


"Pada 2018 ini total ada 446 seluruh pekerjaan di DPUPR termasuk PL. Kalau yang lelang ada sekitar 200an proyek," paparnya.


Jumlah tersebut menurutnya mencakup seluruh bidang yang masuk dalam dinasnya. Mulai dari bidang cipta karya, bina marga, sumber daya air dan drainase, serta air minum dan air limbah. "Dari paket lelang, yang paling besar nilainya tahun ini ada pembangunan trotoar sepanjang Jalan Veteran. Pagu anggarannya hampir Rp 7 miliar," papar mantan Kepala Dinas Pertanian itu.


Menurut Sony, anggaran yang cukup besar itu untuk mengcover pembangunan mulai dari perempatan Institut Teknologi Nasional (ITN) sampai depan pertigaan Taman Makam Pahlawan. "Kami lebarkan jalan di sana, sekaligus membangun trotoar. Juga ada perbaikan saluran sekalian," jelasnya.


Nantinya, pedestrian di sepanjang jalan tersebut akan dibangun di atas saluran drainase besar. Hal itu, dilakukan untuk meminimalkan potensi genangan air saat musim penghujan. Selama ini, di kawasan Jalan Veteran memang selalu banjir saat hujan. Namun menurut Sony, saat ini sudah mulai berkurang.


"Kami berkoordinasi dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang. Mereka sudah membangun saluran sudetan yang bisa mengalirkan air ke Sungai Brantas," terangnya.


Selain Jalan Veteran, pihak DPUPR juga masih akan melakukan perombakan dan perbaikan di beberapa jalan lain. Misalnya, di Jalan Kahuripan, Jalan Kawi, Jalan Wiyono serta Jalan Jaksa Agung Suprapto. "Jalan-jalan tersebut juga akan dilakukan perbaikan-perbaikan. Agar masyarakat pengguna jalan semakin nyaman," tandasnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore