Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 April 2018 | 16.42 WIB

Delusi Amien soal Partai Allah & Partai Setan Bisa Membelah Masyarakat

Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kembali membuat pernyataan kontroversial, dengan mendikotomikan partai setan dan partai Allah. - Image

Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kembali membuat pernyataan kontroversial, dengan mendikotomikan partai setan dan partai Allah.

JawaPos.com – Pernyataan politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang mendikotomikan partai menjadi Partai Setan dan Partai Allah terus menuai sorotan. Analis politik dari Exposit Strategic Arif Susanto menilai, pernyataan Amien itu seperti semacam agitasi yang dapat menimbulkan dukungan dan kebencian.


Ia pun menyebut, pernyataan Ketua Majelis Kehormatan PAN itu tidak didasarkan pada suatu argumentasi yang masuk akal.


"Pernyataan tersebut juga tidak merujuk pada suatu objek politik yang jelas. Sementara, dampaknya berpeluang menghasilkan pembelahan sosial," kata Arif kepada JawaPos.com, Minggu (15/4).


Atas dasar itu, ia pun meminta para politisi, terutama Amien Rais agar berhenti menyebarkan agitasi, termasuk tidak membangun delusi tentang perseteruan antara poros Tuhan versus poros setan dalam politik nasional.


"Faktanya, ada politikus baik dan politikus busuk. Tetapi, keduanya bukanlah representasi langsung kepentingan Tuhan maupun kepentingan setan," ungkapnya.


Arif melihat, munculnya pernyataan semacam itu menunjukkan betapa politik nasional kering gagasan. Alih-alih menjadi kontestasi gagasan, persaingan politik lebih banyak menyajikan perang kata-kata yang mengekspresikan kebencian berbasis identitas.


"Celakanya, elite politik cenderung memindahkan perseteruan mereka menjadi konflik horizontal antaranggota masyarakat," tukasnya.


Lebih lanjut, Arif menegaskan, para aktor politik seharusnya dibebani kewajiban untuk membangun kecerdasan politik lewat kontestasi gagasan agar masyarakat memiliki pilihan rasional dalam politik. Sebab, menyebarkan kebencian hanya membuat masyarakat siap berkelahi tanpa kehendak baik untuk berkomunikasi.


"Politik nasional membutuhkan suntikan etika agar lebih beradab dan lebih rasional," pungkasnya.


Sebagai informasi, dalam acara Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjamaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jumat (13/4) lalu, Amien Rais mengutarakan pernyataan dengan mengategorikan dua partai di Indonesia dengan sebutan Partai Setan dan Partai Allah.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore