
Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais
JawaPos.com - Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais kembali memancing polemik. Kali ini dengan pernyataannya yang mendikotomikan partai-partai politik di Indonesia dengan sebutan partai setan dan partai Allah.
Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji mengatakan, statemen tersebut tidak seharusnya dikeluarkan, sebab akan membahayakan situasi politik saat ini.
"Jadi mendasarkan pada dua kutub ektrim itu tidak tepat. Nanti akan ada perdebatan teologis lagi, itu membahayakan," ungkap Sarmuji kepada JawaPos.com, Sabtu (14/4).
Sarmuji menerangkan, bahwa mengkategorikan dua kubu tersebut tidak mencerminkan demokrasi di Indonesia saat ini. Di mana politik kita mengajarkan kepemimpinan yang demokratis dan damai.
"Tidak identik dengan yang terjadi di Indonesia, apalagi dalam konteks demokrasi tujuannya adalah menjadi instrumen sirkulasi kepemimpinan yang demokratis dan damai. Jadi kalau seperti itu tidak ada kutub ekstrim seperti itu hisbullah (partai Allah) dan hisbu syaiton (partai setan)," tegas Sarmuji.
Lebih lanjut Sarmuji menduga bahwa seringnya Amien mengeluarkan statemen kontroversi belakangan ini, merupakan bagian dari manuver politiknya jelang pemilihan presiden (pilpres) 2019.
Bahkan gaya penyampaian pendapat Amien dianggap meniru gaya komunikasi Presiden Amerika, Donald Trump. Di mana mereka sama-sama membuat sesuatu yang kontroversi guna mendongkrak popularitas di mata masyarakat.
"Kalau dari cara melihat Pak Amien mengeluarkan statemen, mungkin Pak Amien sedang meniru gaya komunikasinya Trump, barangkali semakin membuat kontroversi semakin populer. Saya kok lama-lama memiliki pemikiran Pak Amien ini punya agenda ingin menjadi cawapres dengan gaya komunikasi politik model Donald Trump," kata Sarmuji.
Sementara itu, pakar komunikasi politik Universitas Padjajaran Bandung, Lely Arrianie juga turut menyesalkan pernyataan kontroversi Amien. Lely menganjurkan agar para elite politik dapat memperlihatkan kecerdasannya dalam menyampaikan pendapat di depan umum.
Sudah sepantasnya jika para tokoh-tokoh nasional ini menjadi cerminan bagi generasi-generasi muda yang suatu saat akan menjadi pemimpin di negeri ini. Dengan memperlihatkan diksi yang santun, maka akan memberikan pemahaman politik yang baik bagi publik.
"Tokoh-tokoh bangsa ini apalagi mengklaim tokoh reformasi, elite politik, marilah pertontonkan diksi-diksi atau kalimat kosa kata politik yang bisa jadi contoh, bisa jadi modeling politik ke depan, terutama yang akan diikuti generasi muda," pungkas Lely.
Sebagaimana diketahui, saat memberikan tausiah pasca melaksakan salat subuh berjamaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4), Amien secara gamblang menyebut bahwa di Indonesia ada partai setan dan partai Allah.
Namun ketika dikonfimasi usai memberi tausiyah, Amien enggan membeberkan partai apa saja dia sebut sebagai partai setan.
"Saya enggak katakan begitu. Jadi bukan partai, tapi cara berpikir. Cara berpikir yang untuk Allah dan yang diikuti oleh setan. Gelombang pro setan merugi, gelombang besar yang didikte kehendak Allah pasti menang," katanya.
Di lain pihak, menanggapi adanya hal ini, Sekretaris PAN Eddy Soeparno mengatakan belum dapat memastikan maksud statemen seniornya tersebut. Sejauh ini ia mengaku baru mengetahui hal itu dari pemberitaan di media.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022