Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 April 2018 | 07.17 WIB

Novel Yakin Anggota Polri Terlibat dalam Kasus Penyiraman Air Keras

Novel Baswedan usai acara pemutaran film - Image

Novel Baswedan usai acara pemutaran film

JawaPos.com – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menduga ada anggota Polri yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Peristiwa itu terjadi setahun lalu tepatnya pada 11 April 2017.


Hingga saat ini, kasus itu belum menemui titik terang lantaran kepolisian belum menemukan siapa pelaku penyerangan. Padahal, sketsa wajah pelaku sudah disebar beberapa bulan lalu.


“Saya pernah menyampaikan bahwa ini terkait dengan orang-orang yang punya kekuasaan. Saya menduga ada oknum Polri yang terlibat dalam aksi ini. Saya menduga bahwa itu yang terjadi,” ungkapnya pada awak media, di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (11/4).


Novel mengaku dirinya sudah melaporkan oknum Polri yang ia duga terlibat, kepada pihak kepolisian dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).


“Saya melaporkan tidak hanya ke kepolisian, tapi juga ke Komnas HAM. Saya kira itu yang ingin saya sampaikan,” ujarnya.


Saat ditanya siapa pelaku, Novel enggan membeberkan. Tapi, dia akan menunggu Komnas HAM untuk membantu menuntaskan kasusnya.


“Saya tidak ingin menyampaikan lebih jauh, karena Komnas HAM saat ini sedang bekerja dan berharap apa yang dilakukan Komnas HAM menjadi kekuatan untuk mendukung agar tidak ada lagi teror terhadap orang yang ingin memberantas korupsi,” jelasnya.


Sementara itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang berharap kasus Novel bisa segera selesai. Pasalnya, sudah setahun pasca penyiraman, tapi masih saja belum ada kemajuan.


“Peristiwa serupa juga bisa terjadi ke siapa saja yang memberantas korupsi di Indonesia. Oleh sebab itu, kasus ini harus kita selesaikan dan harus ketemu (pelakunya). Bagaimana caranya, pokoknya harus ketemu. Secepatnya tentu akan lebih baik,” tukasnya.


Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan penyidik kepolisian bulan lalu. Namun, memang belum ada perkembangan yang signifikan.


“Bulan lalu ada tim di KPK yang bertemu dengan mereka (penyidik kepolisian). Tapi, belum ada yang signifikan kemajuannya. Kita tunggulah untuk melihat perkembangannya ke depan,” tuturnya.


Di samping memastikan persoalan ini segera selesai, Saut menyampaikan saat ini pimpinan KPK juga berharap pulihnya kondisi kesehatan Novel. “Memperhatikan kesehatan, itu yang paling utama dulu. Supaya dia bisa pulih dan bekerja kembali,” pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore