
Anomali cuaca sedang terjadi di Jakarta karena proses transisi ke musim kemarau. Umumnya, langit saat siang akan sangat cerah
JawaPos.com – Cuaca Jakarta di siang hari dalam seminggu ini terasa lebih panas dari biasanya. Makin tidak nyaman, karena kadang kondisinya tidak menentu dengan turunnya hujan. Kondisi itu menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi karena wilayah Jakarta dan sekitarnya sudah mulai masuk masa transisi pergantian musim.
BMKG memprediksi, April seharusnya sudah masuk musim kemarau. Oleh sebab itu, saat ini sudah masuk dalam masa transisi. Itulah kenapa, perubahan cuaca terjadi sangat drastis. Apalagi, pada 21 Maret lalu terjadi fenomena nir-bayangan yaitu matahari tepat berada di atas ekuator.
“Indonesia masih masuk dalam wilayah tropis. Sehingga pada bulan-bulan Maret seperti ini wajar jika sudah mulai suhu panas. Apalagi kemarin matahari tepat berada di atas ekuator sehingga konsekuensinya untuk daerah tropis, mengalami suhu yang cukup hangat. Sebab, jarak terdekat matahari ke bumi itu ya akhir bulan Maret ini,” jelas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (31/3).
Menurutnya, cuaca yang sangat terik ini ditimbulkan dari berkurangnya pertumbuhan awan akibat menurunnya intensitas hujan. Jika awan sedikit, maka ’payung’ yang menutupi bumi pun berkurang. Ujung-ujungnya, reaksi matahari langsung ke permukaan bumi.
“Pada pagi menjelang siang, matahari benar-benar di atas kita. Memanaskan permukaan bumi. Maka kita akan mengalami suhu yang lebih hangat atau cenderung panas,’’ jelasnya.
Namun, karena wilayah Jakarta dan sekitarnya masih di musim penghujan, awan umumnya tumbuh pada sore hari. Biasanya, akan terjadi hujan yang turun cukup lebat tapi tidak terlalu lama. Kadang, dalam hitungan 30 menit atau 1 jam..
“Cenderung deras dan tidak menutup kemungkinan sebelum turun hujan akan diawali angin yang cukup kuat. Jadi, pagi ke siang terik kemudian jam 3 mulai angin lalu turun hujan lebat. Tapi, biasanya waktunya tidak terlalu lama,” tambah Mulyono.
Untuk wilayah Jakarta, lanjut Mulyono, yang paling sering turun hujan dalam musim transisi seperti ini adalah Jakarta bagian Selatan dan Barat. Sehingga, untuk wilayah Jakarta yang lain bisa turun hujan bisa juga tidak.
Mulyono pun menekankan suhu dalam kondisi siang bisa mencapai 33-34 derajat celcius. Diharapkan agar masyarakat dapat melindungi tubuh atau kepala agar tidak terlalu pusing berada di bawah matahari terlalu lama.
“Sebelum menjelang jam 1 biasanya terik akan terasa sekali karena pagi menjelang siang tutupan awan cenderung tidak banyak atau cerah langitnya. Maka suhu udaranya cukup panas. Kisarannya 33-34 derajat celcius,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022