Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 September 2026 | 04.41 WIB

Cara Hemat Air di Musim Kemarau, Persediaan Menipis di Tengah Ancaman Kekeringan yang Semakin Nyata

Ilustrasi kekeringan/Magnific - Image

Ilustrasi kekeringan/Magnific

JawaPos.com-Musim kemarau memberikan berbagai dampak bagi kehidupan, salah satu yang menjadi tantangan terhadap persediaan air.

Menurut informasi dari dsda.jakarta.go.id yang dikutip pada (17/9) puncak musim kemarau di Jakarta dan sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Juli hingga September 2026.

Artinya, pada bulan-bulan tersebut, persoalan terhadap air bersih juga semakin jelas terlihat. Terutama di wilayah-wilayah yang rawan mengalami kekeringan seperti daerah kering dan wilayah permukiman padat penduduk.  

Mungkin belakangan anda mulai merasakan beberapa tanda seperti keran air yang mati bergantian setiap beberapa jam, sumur yang semakin mengering, tangki air lebih lama terisi, sungai mengering, sampai kualitas air yang menurun.

Musim kemarau panjang dan pengaruh El Nino dapat menyebabkan hujan tidka turun selama berbulan-bulan di sejumlah wilayah. 

Akibatnya, ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi semakin terbatas. Pada kondisi ini, anda hanya bisa mengandalkan persediaan air yang tersedia di rumah.

Salah satu cara untuk menjaga agar persediaan air di rumah tetap mencukupi adalah dengan melakukan penghematan, terutama dalam lingkup rumah tangga.

Gerakan menghemat air yang dilakukan bersama-sama dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan air sampai hujan kembali turun. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghemat air yang bisa anda lakukan.  

Kebocoran pada saluran air di rumah dapat menjadi salah satu penyebab utama pemborosan air. Oleh karena itu, lakukan pemeriksaan secara rutin terhadap instalasi air di rumah anda. Mulai dari keran, pipa, toren, dsampai bak toilet. Jika kebocoran terjadi maka air yang seharusnya dapat ditampung akan terbuang percuma, sehingga persediaan air lama kelamaan akan menipis.

Saat musim kemarau, anda perlu memanfaatkan air secara bijak. Salah satunya dengan menggunakan air bekas cucian untuk aktivitas lain. Anda bisa menggunakan air bekas mencuci beras, pakaian, atau sayuran untuk menyiram tanaman ataupun halaman yang berdebu saat musim kemarau.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore