Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 September 2026 | 04.21 WIB

Krisis Air di Tengah Musim Kemarau, Ini Langkah Mitigasi yang Perlu Dilakukan Sebelum Terlambat

Ilustrasi persediaan air/Magnific - Image

Ilustrasi persediaan air/Magnific

JawaPos.com-Air menjadi kebutuhan penting bagi makhluk hidup. Banyak aktivitas manusia yang bergantung pada ketersediaan air.

Mulai dari kegiatan pertanian, peternakan, tambak, irigasi, sampai kebutuhan rumah tangga untuk memasak, mencuci dan memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti minum. 

Kekurangan pasokan air dapat menjadi salah satu bencana yang perlu diantisipasi. Kondisi ini dapat terjadi karena saat musim hujan, sebagian air hujan mengalir begitu saja ke sungai dan laut tanpa dimanfaatkan atau disimpan sebagai cadangan air. 

Selain itu, musim kemarau dengan suhu yang lebih tinggi dapat meninkatkan penguapan. Sehingga, sungai, waduk, danau dapat menguap lebih cepat dan jumlah air menurun secara signifikan.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketersediaan air semakin menipis terutama pada air tanah, sumur, sumber air, sampai sungai.

Oleh karena itu, perlu dilakukan mitigasi secara dini untuk mengatasi risiko kekeringan dan kekurangan pasokan air yang kemungkinan dapat terjadi pada musim kemarau

Melansir informasi dari laman bpbd dan ipb.ac.id pada (17/9) berikut langkah mitigasi untuk menghindari kelangkaan air saat musim kemarau panjang. 

Persiapan lebih awal dalam menghadapi kekeringan dapat menjadi langkah mitigasi untuk menghindari kekurangan pasokan air di musim kemarau panjang. Aktivitas menampung air dapat anda lakukan pada toren, long storage, embung, dam parit, sampai melalui sistem pompanisasi.

Saat persediaan air mulai terbatas padahal tanaman juga memerlukan air untuk hidup. Cara ini bisa menjadi dilema, maka yang bisa anda lakukan adalah dengan menggunakan sistem irigasi. Sistem irigasi ini dapat membantu mengalirkan air dengan cara yang lebih efisien sehingga mengurangi risiko air tebuang percuma saat proses pengairan tanaman.

Mulsa adalah lapisan dari bahan organik untuk membantu menjaga kesehatan tanah. Mulsa dapat diperoleh dari bahan jerami atapun sisa tanaman. Hubungannya dengan ketersediaaan air adalah mulsa dapat membantu mengurangi penguapan air tanah, terutama saat musim kemarau panjang terjadi. Selain itu, mulsa juga dapat membantu memperbaiki kondisi tanah.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore