Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Maret 2018 | 20.37 WIB

Di Tengah Kader Demokrat, Jokowi Mengaku Kalah Dengan SBY dan AHY

Ribuan kader Partai Demokrat saat Rapimnas di Sentul ICC, Sabtu (11/3). - Image

Ribuan kader Partai Demokrat saat Rapimnas di Sentul ICC, Sabtu (11/3).

JawaPo.com - Meski menjabat sebagai presiden, Joko Widodo (Jokowi) bukan berarti selalu memiliki kelebihan dibandingkan petinggi Partai Demokrat, termasuk dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Untuk hal kerapian, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku selalu kalah rapi dengan dua tokoh Partai Demokrat tersebut.


Pengakuan itu diungkapkan Jokowi dalam sambutannya pada Pembukaan Rapimnas Partai Demokrat. Mantan Wali Kota Solo itu menilai SBY maupun AHY yang kini menjabat sebagai Ketua Komando Satgas Bersama (Kogasma) itu dikenal sebagai sosok yang rapi dalam berbusana. Karena itu, dia berusaha mengimbangi penampilan keduanya.


"Saya selalu kalah rapi sama Pak SBY. Sama Mas AHY apalagi, tambah susah. Sudah ganteng, pinter, rapi, dan cling. Jadi, kalau diundang Partai Demokrat, harus betul-betul rapi," kata Jokowi disambut tawa peserta rapimnas.


Jokowi juga sempat menyinggung sebuah posting-an Twitter yang menyebut dirinya otoriter. Menurut Jokowi, dirinya sama sekali tidak memiliki ciri-ciri otoriter. "Lha saya yang selalu senyum ini kok dibilang otoriter. Saya ini seorang demokrat," seru Jokowi.


Menurut mantan gubernur DKI Jakarta itu, ciri-ciri seorang demokrat adalah pendengar yang baik. Yang menghargai pen­dapat orang lain dan menghargai perbedaan-perbedaan tanpa menjadikannya sumber permusuhan.


"Kurang lebih saya memenuhi lah kriteria-kriteria itu. Artinya, saya dan Pak SBY ini sebenarnya beda-beda tipis banget. Kalau saya seorang demokrat, kalau Pak SBY tambah satu, ketua Partai Demokrat. Jadi, bedanya tipis," canda Jokowi yang kembali disambut tawa hadirin.


Jokowi tidak menjawab secara langsung pernyataan SBY di pidato sebelumnya. Namun, pada intinya, Jokowi sependapat dengan SBY bahwa politik harus dibangun melalui etika.


"Ada dua hal yang perlu saya tekankan. Kita harus bangun etika berpolitik, tata krama dalam berpolitik. Kedua, kita harus membuat demokrasi dirasakan oleh rakyat, demokrasi yang memakmurkan rakyat," tuturnya.


Sebelum secara simbolis memukul gong untuk membuka rapimnas, Jokowi yang berdiri di panggung sempat menunggu SBY, AHY, dan Sekjen Hinca Panjaitan yang akan mendampingi prosesi itu. Awalnya, Jokowi berdiri di sebelah kiri gong. Sedangkan SBY, AHY, dan Hinca berada di sebelah kanan untuk menyaksikan prosesi.


Saat akan membunyikan gong, Jokowi menyampaikan isyarat tangan, meminta AHY berdiri di sampingnya lebih dulu. Barulah saat itu Jokowi membunyikan gong lima kali, tanda dibukanya rapimnas Partai Demokrat

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore