
Ribuan kader Partai Demokrat saat Rapimnas di Sentul ICC, Sabtu (11/3).
JawaPo.com - Meski menjabat sebagai presiden, Joko Widodo (Jokowi) bukan berarti selalu memiliki kelebihan dibandingkan petinggi Partai Demokrat, termasuk dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Untuk hal kerapian, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku selalu kalah rapi dengan dua tokoh Partai Demokrat tersebut.
Pengakuan itu diungkapkan Jokowi dalam sambutannya pada Pembukaan Rapimnas Partai Demokrat. Mantan Wali Kota Solo itu menilai SBY maupun AHY yang kini menjabat sebagai Ketua Komando Satgas Bersama (Kogasma) itu dikenal sebagai sosok yang rapi dalam berbusana. Karena itu, dia berusaha mengimbangi penampilan keduanya.
"Saya selalu kalah rapi sama Pak SBY. Sama Mas AHY apalagi, tambah susah. Sudah ganteng, pinter, rapi, dan cling. Jadi, kalau diundang Partai Demokrat, harus betul-betul rapi," kata Jokowi disambut tawa peserta rapimnas.
Jokowi juga sempat menyinggung sebuah posting-an Twitter yang menyebut dirinya otoriter. Menurut Jokowi, dirinya sama sekali tidak memiliki ciri-ciri otoriter. "Lha saya yang selalu senyum ini kok dibilang otoriter. Saya ini seorang demokrat," seru Jokowi.
Menurut mantan gubernur DKI Jakarta itu, ciri-ciri seorang demokrat adalah pendengar yang baik. Yang menghargai pendapat orang lain dan menghargai perbedaan-perbedaan tanpa menjadikannya sumber permusuhan.
"Kurang lebih saya memenuhi lah kriteria-kriteria itu. Artinya, saya dan Pak SBY ini sebenarnya beda-beda tipis banget. Kalau saya seorang demokrat, kalau Pak SBY tambah satu, ketua Partai Demokrat. Jadi, bedanya tipis," canda Jokowi yang kembali disambut tawa hadirin.
Jokowi tidak menjawab secara langsung pernyataan SBY di pidato sebelumnya. Namun, pada intinya, Jokowi sependapat dengan SBY bahwa politik harus dibangun melalui etika.
"Ada dua hal yang perlu saya tekankan. Kita harus bangun etika berpolitik, tata krama dalam berpolitik. Kedua, kita harus membuat demokrasi dirasakan oleh rakyat, demokrasi yang memakmurkan rakyat," tuturnya.
Sebelum secara simbolis memukul gong untuk membuka rapimnas, Jokowi yang berdiri di panggung sempat menunggu SBY, AHY, dan Sekjen Hinca Panjaitan yang akan mendampingi prosesi itu. Awalnya, Jokowi berdiri di sebelah kiri gong. Sedangkan SBY, AHY, dan Hinca berada di sebelah kanan untuk menyaksikan prosesi.
Saat akan membunyikan gong, Jokowi menyampaikan isyarat tangan, meminta AHY berdiri di sampingnya lebih dulu. Barulah saat itu Jokowi membunyikan gong lima kali, tanda dibukanya rapimnas Partai Demokrat.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
